

ROMA, KOMPAS.com — Presiden AS Roma Rosella Sensi menegaskan, buruknya penampilan "I Giallorossi" merupakan tanggung jawabnya. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap protes pendukung yang memintanya mundur.
Pendukung Roma marah dengan kegagalan timnya mengalahkan Chievo pada giornata 34, Minggu (3/5). Romanisti mengangkat spanduk bertuliskan: "Cukup. Pergilah!" di Stadion Olimpico. Protes keras ini diarahkan kepada Sensi yang dinilai tak bisa mengelola klub.
Menurut mereka, buruknya performa "I Lupi" tak lepas dari minimnya keuangan klub. Mereka pun menilai, Sensi seharusnya bersikap realistis dan menerima niat konglomerasi bisnis dari Jerman bernama Flick yang ingin membeli Roma senilai 105 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,6 triliun.
Menanggapi itu, Sensi meminta maaf kepada suporter. Meski demikian, Sensi yang menggantikan ayahnya, Franco, sebagai presiden klub menolak berbicara soal Flick. Menurutnya, penawaran itu tidak pernah ada.
"Ini semua di bawah harapan. Saya minta maaf. Saya sangat kecewa dengan musim ini. Saya menghargai perasaan pendukung karena saya juga pendukung Roma. Saya bertanggung jawab penuh atas musim yang buruk ini. Saya minta maaf kepada pendukung atas musim yang menyedihkan dan getir," kata Sensi.
"Saya minta maaf bahwa beberapa orang meragukan kata-kata saya (bahwa tak ada penawaran dari Flick) dan memublikasikan klaim yang tak benar. Saya bicara hanya melalui situs resmi klub, di tempat saya terikat secara hukum untuk mengatakan yang sejujurnya. Tetapi, itu tak cukup bagi beberapa orang," ujar Sensi.
Kegagalan Roma di Serie A kali ini harus dibayar mahal karena mereka terancam tak ikut Liga Champions musim depan. Roma harus mengejar Genoa dan Fiorentina untuk bisa masuk empat besar klasemen Serie A. (CH4)

