Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kalah dari Schalke, Klinsman Didesak Mundur
Minggu, 26 April 2009 | 02:09 WIB
|
Share:
AFP
Halil Altintop melakukan tandukan yang membobol gawang Bayern Muenchen.

TERKAIT

MUENCHEN, KOMPAS.com — Posisi Juergen Klinsmann benar-benar di ujung tanduk. Beberapa pihak langsung mendesaknya dengan keras untuk mundur, setelah timnya kalah 0-1 dari Schalke di kandang sendiri, Sabtu (25/4).

Dengan kekalahan itu, Bayern gagal kembali ke urutan kedua yang sempat direbut Hertha Berlin sehari sebelumnya. Di tempat ketiga, Bayern mengantongi nilai 54, tertinggal satu poin dari Herta dan tiga poin dari Wolfsburg yang memimpin klasemen. Jika Wolfsburg menang atas Energie Cottbus, Minggu (26/4) ini, maka Bayern makin sulit juara.

"Situasi Juergen Klinsmann di Bayern sudah benar-benar sulit saat ini. Ketua klub tak mau berkomentar setelah pertandingan. Ini bisa jadi tanda bahwa Klinsmann akan segera didepak," kata wartawan Goal.com di Jerman, Dennis Weinacht.

Dia menambahkan, karena permainan Bayern yang tak menjanjikan itu, gelandang Franck Ribery bisa pergi. "Dia salah satu pemain top di era Klinsmann. Tapi, dia terus berjuang menghidupkan permainannya. Ribery bisa memutuskan pergi dari Bayern," katanya.

Media Jerman, Bild.de, mengatakan, Klinsmann masih optimistis mampu membawa Bayern juara. "Kami menginginkan nilai 15 dari 5 pertandingan sisa. Kemudian, kita lihat apa yang akan terjadi," kata Klinsmann.

Presiden Bayern Franz Beckenbauer menyatakan kekecewaannya. "Sangat menyedihkan sistem permainan tak berjalan di bawah Juergen Klinsmann. Bayern telah banyak melakukan investasi, demikian juga dengan Klinsmann. Jika semuanya gagal, ini akan menyedihkan," sesalnya.

Sementara itu, Sportbild.de langsung menyebut bahwa posisi Klinsmann sudah sangat terancam. "Gol Halil Altintop (pemain Schalke) tak hanya mengancam posisi Klinsmann, tapi juga merusak rekor Bayern yang baru saja tersingkir dari Liga Champions," ujarnya.

Sedangkan Europolitan.de mengatakan, "Sekarang kita bisa melihat hasil dari era Klinsmann pada musim ini. Terlalu banyak bermain bola panjang kepada striker Luca Toni merupakan sepak bola yang standar. Hasilnya, tak banyak gol yang tercipta." (GL)