Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
MU Selamatkan Macheda dari Lazio
Senin, 13 April 2009 | 00:11 WIB
|
Share:
AFP/ANDREW YATES
Federico Macheda menjadi bintang baru di Manchester United usai mencetak gol kemenangan ke gawang Aston Villa.

TERKAIT

LONDON, KOMPAS.com — Lazio pantas berang karena Manchester United merebut Federico Macheda dari tim Italia tersebut. Namun, nyatanya Macheda merasa hidupnya terselamatkan oleh MU.

Macheda menjadi bintang baru di MU setelah mencetak gol kemenangan atas Aston Villa, pekan lalu. Pekan ini, ia kembali menyelamatkan "Setan Merah" dengan gol kemenangan atas Sunderland.

Lazio seolah tidak bisa menerima jika Kiko, panggilan Macheda, akhirnya meraih sukses bersama MU. Wajar saja, Lazio lah yang membina Kiko sejak usia belia. Semestinya, Lazio pula yang menikmati manisnya permainan Kiko, tetapi semuanya buyar karena MU lebih dulu membeli pemain tersebut saat usianya masih 16 tahun. Lazio pun menuduh MU bermain kotor dengan cara menawarkan uang kepada Kiko dan keluarganya.

Namun, hal itu segera dibantah oleh Volfango Patarca. Patarca pernah bekerja bersama tim asal Roma itu selama 25 tahun sehingga ia tahu betul seluk-beluk Macheda. Patarca justru menyalahkan "I Biancocelesti".

Patarca membeberkan, Lazio tidak mau mengerti kesulitan yang dihadapi Macheda dan keluarganya. Setiap hari, Kiko harus menempuh jarak sekitar 160 km dari rumahnya di Ponte di Nona, Roma timur, ke tempat latihan "Le Aquile". Ini tentu saja memberatkan Kiko dan ayahnya, Patarca (64 tahun).

"Tiga kali Pasquale memohon bantuan finansial kepada Lazio karena sungguh sulit membiarkan Kiko berlatih setiap hari," ungkap Patarca seperti dikutip Daily Mail. "Itu membutuhkan waktu dan uang serta menjauhkannya dari pekerjaan. Pasquale meminta klub agar memberikan pekerjaan tetap kepadanya. Saya yakin, setidaknya 500 euro sebulan sudah cukup baginya."

"Namun, sepengetahuanku, Lazio hanya sekali menawarkan bantuan ketika mereka tahu bahwa Manchester United tertarik kepada Federico," lanjut Patarca.

Maka, Patarca tidak menyalahkan Kiko jika akhirnya pemain 17 tahun itu pindah ke Inggris pada September 2007 bersama keluarganya. Ia juga tak menyalahkan pelatih Sir Alex Ferguson, yang dianggap menyerobot pemain klub lain. Patarca justru membayangkan bahwa Kiko kemungkinan bakal gantung sepatu jika MU tak segera datang menjemputnya.

"Terlambat (bagi Lazio) karena mereka sebelumnya tampak tak memercayainya. Tanpa Manchester United, saya yakin dia akan berhenti bermain. United membantunya cepat dewasa dibandingkan di Italia," tambahnya.

Di negeri kelahirannya, Macheda bermain bola sejak usia enam tahun. Ia mulai menggocek bola di jalanan maupun di garasi mobil bersama kakaknya.