


MILAN, KOMPAS.com — Pelatih Inter Milan Jose Mourinho menyambut positif keputusan Adriano untuk gantung sepatu. Menurutnya, yang terpenting adalah Adriano bahagia dengan keputusannya itu.
Adriano meninggalkan Inter untuk mengikuti laga internasional bersama Brasil, sekitar dua pekan lalu. Ketika gelaran usai, Adriano tak kunjung kembali ke Italia.
Ketika orang masih menebak-nebak alasannya tak kembali ke Inter, Adriano muncul dan menyentak dengan pernyataan mundur dari sepak bola. Tanpa menjelaskan latar belakangnya, Adriano mengatakan kehilangan gairah dan mau fokus kepada kesehatannya.
Entah sampai kapan Adriano bakal gantung sepatu. Yang jelas, tanpanya, barisan penyerang Inter ompong satu.
Toh, hal ini tak memusingkan sang pelatih. Mourinho malah mengatakan untuk hal ini, yang lebih penting, Adriano bahagia dengan pilihannya.
"Saya tak mau terlalu memasalahkan ini. Inter sudah melakukan segalanya yang bisa dilakukan untuk membantunya. Juga saya, sebagai pelatih dan manusia. Kami akan menunggu apa yang terjadi. Tetapi, yang terpenting Adriano bahagia dengan keputusannya," kata Mourinho.
Tak mau berlarut-larut dengan Adriano, Mourinho segera kembali pada urusan tim. Dengan atau tanpa Adriano, Inter harus menjaga puncak klasemen hingga akhir musim.
Mourinho pun serius bersiap menghadapi Palermo dalam lanjutan Serie A, Sabtu (11/4). Tiga angka dari laga ini penting untuk terus menghindari kejaran Juventus.
Saat ini, Inter Milan menguasai tahta klasemen dengan 72 poin atau sembilan angka lebih baik dari Juventus. Namun, Mourinho tak meremehkan pesaing dalam perburuan scudetto.
Ia pun menegaskan, Inter membutuhkan setidaknya lima kemenangan dari delapan sisa duel sisa musim. Kalau Juventus sampai terpeleset, maka beban Inter pun akan semakin ringan.
Namun, Mourinho tak mau bergantung kepada tim lain. Ia ingin memastikan kemenangan dengan tangan sendiri.
"Kami membutuhkan 15 poin lagi. Jadi keunggulan kami (saat ini) tidak menentukan. Kami tak bisa berharap Juve akan kalah. Kami memiliki kesempatan meraih 12 poin di rumah. Secara praktis, kami bisa menjuarai scudetto di San Siro," jelas "The Special One".
Selain itu, Mourinho juga menyatakan keprihatinan atas korban gempa bumi di Abruzzo. Menurutnya, korban harus dibantu membangun kembali hidupnya dan bukan cuma bantuan selama sehari atau dua hari saja.
"Kami semua ada di belakang para korban dan keluarga yang menderita kesedihan dan sakit. Di Abruzzo, mereka tak hanya membutuhkan bantuan untuk sehari atau dua hari. Mereka membutuhkan bantuan untuk membangun kembali hidup mereka," tutur Mourinho. (CH4)

