


MANCHESTER, KOMPAS.com - Setelah menjadi pahlawan kemenangan bagi Manchester United, striker belia Federico Macheda mendapat sorotan besar dari berbagai media di Inggris. Jika sebelumnya tak banyak orang tahu mengenai keberadaannya, kini Macheda telah membelalakkan mata para penggila bola.
Siapakah sebenarnya pemain yang kerap dipanggil Kiko ini? Sebelum ia menjalani debut di Premier League dan mencetak gol ke gawang Aston Villa, tak banyak yang mengetahui jati dirinya. Selain direkrut dari Lazio pada September 2007 dan masuk ke tim U-18 serta tim bayangan di MU, nyaris tak ada informasi lain mengenai pemain ini. Tinggi badannya pun belum diketahui meski semua orang tahu bahwa ia berbadan jangkung.
Kedatangannya ke Manchester membuatnya terasa lebih nyaman dibanding ketika masih di Italia. Suasana dalam klub dan Kota Manchester membuatnya semakin cinta dengan MU. Berikut wawancara Kiko dalam situs www.manutd.com:
Apa yang menjadi kekuatan Anda?
Kupikir aku punya teknik bagus, aku kuat dan punya penyelesaian akhir baik.
Apa yang masih perlu Anda perbaiki?
Semuanya. Aku harus memperbaiki semua hal dalam latihan, terutama sundulanku. Aku mencoba memperbaikinya dalam latihan. Setelah sesi latihan kelompok seleasi, aku berlatih sendiri.
Siapa pemain favorit di tim Anda?
(Wayne) Rooney dan (Carlos) Tevez. Mereka bekerja sangat keras di lapanagn dan mereka baik dalam penyelesaian akhir. Mereka menjadi bagian dari striker terbaik di dunia dan kukira aku bisa belajar banyak dari permainan mereka, demikian pula dari Dimitar Berbatov. Di United, Anda bisa belajar dari pemain terbaik.
Bagaimana Anda bisa ke MU?
Aku sangat ingat hal itu. Ada orang yang memperhatikanku di Italia dan ingin membawaku ke Manchester. Aku sangat senang ketika mengetahuinya. Awalnya aku tidak percaya. Ketika aku mendengarnya, aku tak terlalu memedulikannya karena kurasa itu bohong.
Setelah pindah ke MU, bagaimana perasaan Anda?
Menjadi pemain United terasa sangat baik. Anda bermain dalam tim terbaik di dunia. Aku sangat bangga menyebut diriku pemain Manchester United. Ketika aku datang di sini, rasanya luar biasa. Berbeda dari Italia. Di Italia, Anda benar-benar terpisah dari tim utama. Anda tidak melihat adanya kesamaan di tempat latihan. Di sini, Anda melihat semua pemain setiap hari, berbicara kepada mereka, Anda berlatih di lapangan bersama mereka dan makan bersama di kantin.
Kapan momen terindah dan terburuk di sepak bola?
Momen terindah saat pertama kali bermain untuk Manchester United. Hal terburuk ketika tulang selangkaku patah ketika di Italia. Aku bermain untuk negaraku dalam sebuah turnamen junior tapi aku melewatkannya karena cedera dan aku frustrasi.
Selain sepak bola, olahraga apa yang yang menjadi favorit Anda?
Aku suka bermain tenis. Aku cukup baik. Aku bermain lawan Davide Petrucci (pemain junior MU, sama-sama berusia 17 tahun) tapi biasanya aku menang mudah.
Apa hal terindah tentang Kota Manchester?
Sungguh enak tinggal Manchester, tapi Roma kota favoritku di dunia. Itu rumahku dan kota yang indah. Namun, Manchester juga bagus karena tak seramai Roma, lebih teratur.


