


MADRID, KOMPAS.com — Keluarga Rafael van der Vaart ikut frustrasi karena pemain asal Belanda itu tak jua menjadi pemain inti Real Madrid. Bahkan, dia cukup jarang dimainkan oleh pelatih Juande Ramos. Maka, dia pun mulai memikirkan kemungkinan pindah.
Dalam wawancara dengan Sportweek, Rafael Garcia Peci (kakek Van der Vaart) menyatakan kekecewaannya. "Kesalahan apa yang dilakukan cucu saya," gugatnya.
Sementara pamannya, Cosmin, lebih banyak bertindak sebagai juru bicara keluarga. Sebab, dia bisa berbahasa Inggris lebih baik.
"Jika Van der Vaart terus menjadi pemain cadangan, maka dia akan meninggalkan Madrid," tegas Cosmin.
"Van der Vaart dan Wesley Sneijder bisa menjadi duet seperti halnya Xavi dan Andres Iniesta di Barcelona. Tapi, Juande Ramos memilih gelandang bertahan seperti Lassana Diarra dan Fernando Gago. Keduanya tak memiliki skill," tambahnya.
Rencana pemilihan presiden Real Madrid menyisakan harapan buat Van der Vaart dan keluarganya. Presiden baru diharapkan mendatangkan pelatih baru sehingga Van der Vaart mendapat tempat.
"Sebentar lagi akan ada pemilihan presiden. Kami berharap akan ada pelatih baru pula yang menyukai permainan yang lebih ofensif," harapnya.
Cosmin juga mengkritik permainan Madrid yang kurang berani menyerang. Dia juga menekankan, Van der Vaart sangat membutuhkan kesempatan bermain agar masuk timnas Belanda dan tampil di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
"Madrid tak bermain sebagai tim. Itu sebabnya, mereka tak punya tempat buat pemain seperti Rafael van der Vaart. Keponakan saya masih sabar. Tapi, jika terus-terusan dicadangkan, itu akan menghalanginya tampil di Piala Dunia," jelas Cosmin. (SPT)

