


BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Para pemain Argentina masih sangat terpukul dan kecewa atas kekalahan 1-6 dari Bolivia. Mereka mengaku sulit bermain di Stadion La Paz di dataran tinggi dengan oksigen yang tipis. Namun, itu bukan alasan karena secara permainan Argentina pantas dihajar lawan.
Demikian beberapa pendapat pemain Argentina, sesaat sebelum meninggalkan Bolivia. Argentina memang seperti kehilangan kemampuannya pada pertandingan itu. Mereka dikurung habis-habisan dan dipaksa menyerah 1-6. Ini kekalahan terbesar mereka dari Bolivia.
"Secara pribadi, memang tak memungkinkan bermain bagus di sana (La Paz), meskipun ada beberapa pemain yang pernah tampil di sana. Meski begitu, hal tersebut tak boleh menjadi alasan kami atas kekalahan tersebut," kata Lionel Messi.
"Kami tak pernah menyangka akan kalah seperti itu. Kami benar-benar terluka oleh pertandingan yang tak imbang itu. Tapi, kami harus terus melangkah, untuk melakukan hal terbaik buat tim dan belajar dari kesalahan," tambah Messi.
Kapten tim, Javier Mascherano, juga berpendapat sama. Menurutnya, Argentina tak boleh memakai ketinggian sebagai alasan. Permainan Bolivia, katanya, memang jauh lebih baik dari timnya.
"Bolivia menampilkan permainan yang sempurna. Sebagian dari kami, tampil di La Paz baru pertama. Sebagian lagi sudah pernah. Tapi, kami tak bisa mengatakan bahwa kekalahan itu akibat main di dataran tinggi. Kami kalah karena lawan bermain jauh lebih baik daripada permainan kami," jelas Mascherano.
Defender Gabriel Heinze berpendapat serupa. Menurutnya, "Ini harus menjadi pelajaran penting bagi kami. Ada baiknya juga, karena kami sebagai tim akan tumbuh dan berkembang dengan segala perasaan. Kami tahu, main di dataran tinggi tak akan mudah. Tapi, kami tak boleh menggunakannya sebagai alasan kekalahan." (TYC)

