Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Krisis Kiper, Jerman Sulit Juara Dunia
Kamis, 26 Maret 2009 | 00:36 WIB
|
Share:

BERLIN, KOMPAS.com - Mantan kapten timnas Jerman, Oliver Kahn dan pelatih kiper Andreas Koepke mengatakan, saat ini "Der Panzer" tidak memiliki kiper berkualitas nomor satu yang bisa diandalkan membantu Jerman menjuarai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

"Kami punya beberapa kiper yang sangat bagus di Bundesliga. Tapi, dari sudut pandang saya, saat ini kami tak punya kiper yang benar-benar berkualitas nomor satu," kata Koepke kepada Sport Bild.

Kahn menambahkan, timnas saat ini tak memiliki kiper yang konsisten. "Situasi ini sama sekali tidak menggembirakan saya. Semua kiper sekarang monoton dan membosankan, juga tak satu pun memiliki tingkat konsistensi tinggi," ujar Kahn.

Sebelumnya, Jerman memiliki kiper utama yang posisinya sulit tergantikan, macam Sepp Maier, Kahn, dan Jens Lehmann. Namun kini, tak seorang pun kiper yang punya jaminan posisi di starting eleven "Der Panzer", gara-gara tak tampil konsisten.

Saat ini, kiper Bayer Leverkusen, Rene Adler adalah pilihah pertama. Tapi, belum tentu posisi penjaga gawang akan terus diembannya. Hal serupa terjadi pada kiper Jerman lain, misalnya Robert Enke (Hanover), Tim Wiese (Werder Bremen), atau Manuel Neuer (Schalke). Dari nama-nama tersebut, tak satu pun memiliki konsistensi memadai.

Adler adalah penjaga gawang yang membantu Jerman mengalahkan Rusia dan lolos ke final Piala Eropa 2008 lalu. Namun, ia juga yang berada di bawah mistar ketika Jerman kalah dalam dua laga persahabatan lawan Inggris dan Norwegia. Saingan terdekat Adler, Robert Enke tak lebih baik. Bersama Hanover, Enke sudah kebobolan 52 gol di Bundesliga musim ini.

Keduanya akan melanjutkan kompetisi merebut kostum nomor satu Jerman dalam dua pertandingan lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2010, yaitu melawan Liechtenstein di Leipzig, Sabtu (28/3) dan Wales di Cardiff, Rabu (1/4).

Maka, Kahn mengaku tak akan terkejut kalau nantinya tak seorang pun dari dua orang ini bakal menjaga gawang Jerman karena performa yang tidak konsisten.

"Akan muncul banyak tekanan. Ketika Anda berada di posisi itu, performa Anda akan semakin dikritik. Situasi ini selalu sama. Bukan cuma tentang talenta hebat, tapi juga siapa yang memiliki mental terkuat," tandas Kahn.

Berbeda dari Koepke dan Kahn, asisten pelatih timnas Jerman, Hansi Flick, mengaku yakin terhadap kualitas kiper saat ini. Untuk itu, Flick pun tak ragu melemparkan balasan. "Kami yakin dengan kemampuan kiper kami. Mereka semua sangat bermutu dan saya tidak terlalu yakin performa Kahn dan Lehmann selalu bertaraf nomor satu," ucap Flick. (AP)