Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kaltim Optimistis Bisa Selenggarakan Duel MU vs Timnas
Rabu, 25 Maret 2009 | 16:30 WIB
|
Share:
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Para pekerja memasang rumput stadion Utama Palaran, Samarinda, Kaltim, yang digunakan untuk PON XVII.

TERKAIT

SAMARINDA, KOMPAS.com - Kalimantan Timur (Kaltim) optimistis bisa menjadi penyelenggara pertandingan persahabatan antara Manchester United (MU) versus tim nasional Indonesia pertengahan tahun ini. Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Menurut rencana, timnas akan menjajal kekuatan MU pada 24 Juli 2009. Ini merupakan kesempatan emas bagi timnas, memanfaatkan tour Asia yang dilakukan oleh tim elite Premier League tersebut.

"Hotel berbintang lima sudah ada di Samarinda, mengenai jarak tempuh minimal 100 kilometer, juga bisa diatasi dengan menggunakan transportasi udara dari Balikpapan ke Samarinda sehingga hanya butuh 20 menit, bukan menggunakan perjalanan darat yang memakan waktu sekitar 2,5 jam," kata Awang di Samarinda, Rabu (25/3).

Berdasarkan aturan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), untuk jadi penyelenggara pertandingan itu maka harus ada hotel berbintang lima. Selain itu, jarak perjalanan antara bandara hingga arena pertandingan tidak lebih dari 100 kilometer atau tidak melebihi dua jam.

"Meski bagaimanapun perlu ada dialog dengan semua pihak terkait, yakni dengan FIFA, PSSI, KONI dan Menegpora. Kami ingin semuanya tanpa masalah, mengingat persoalan ini menyangkut nama baik daerah dan nama Indonesia di mata dunia," kata Awang.

Mencapai Samarinda dari Jakarta atau daerah lain di Indonesia harus melalui Balikpapan karena terdapat Bandara Internasional Sepingga Balikpapan. Bandara Sepinggan tercatat sebagai bandara tersibuk ketiga di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar (Bali).

Jarak Samarinda-Balikpapan 120 Km atau butuh waktu antara dua sampai 2,5 jam untuk perjalanan darat.

"Tapi masalah jarak itu bisa diabaikan karena di Samarinda juga ada Bandara Temindung, jadi baik Timnas dan tim MU maupun undangan penting lainnya tidak perlu menempuh perjalanan darat. Mereka bisa melalui transportasi udara," katanya.

Pemkot Samarinda kini sebenarnya sedang melakukan program relokasi Bandara Temindung Samarinda ke Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring (landasan pacu 2.000 meter). Namun usaha tersebut masih terbentur masalah dana untuk merampungkan bandar udara yang lebih representatif, meskipun pematangan lahan dan berbagai infrastruktur lain sudah dilakukan.

Apabila Bandara BSB selesai dibangun, maka penerbangan dari Jakarta ke Samarinda bisa langsung karena tidak perlu ganti pesawat lebih kecil di Bandara Sepinggan, mengingat landasan pacu Bandara Temindung hanya sekitar 1.000 meter.

Sebelumnya, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adhyaksa Dault menawarkan kepada gubernur Kaltim untuk menjadi tuan rumah dalam laga Timnas melawan MU. Tawaran itu terkait upaya untuk memanfaatkan Stadion Utama Palaran yang dibangun untuk pelaksaan PON XVII-2008 Kaltim.

Stadion senilai 90 juta Dolar AS atau sekitar Rp 800 miliar (di luar biaya pembangunan infrastruktur sekitar stadion) dianggap layak untuk tempat pertandingan tim kelas dunia, karena setara dengan stadion-stadion kelas menengah di klub-klub Liga Eropa, misalnya biaya renovasi Ernst Happel Stadium yang menjadi host final Euro 2008 di Austria yang menelan dana sekitar 66,8 juta Euro atau sekitar Rp 700 miliar.

Stadion Palaran dengan kapasitas 40.000 penonton menjadi stadion terbesar kedua nasional setelah Stadion Gelora Bung Karno Jakarta berkapasitas 45.000 penonton.

Sumber :
Antara