


MADRID, KOMPAS.com — Gelandang Real Madrid asal Belanda, Rafael van der Vaart, mengeluh karena tak mendapat kepercayaan dari pelatih Juande Ramos. Menurutnya, kehadiran Ramos membuatnya terjerembap dalam situasi frustrasi dan dia merasa menjadi pecundang.
Sejak Bernd Schuster digantikan Juande Ramos, Van der Vaart memang tersingkir. Dia pun mulai tak betah dan ingin pindah ke klub lain.
"Menurutku, aku menjadi pecundang besar setelah kepergian Schuster dan kemudian datangnya Juande Ramos. Pelatih baru tak mempercayaiku sama sekali," keluh Van der Vaart kepada media Belanda, De Telegraaf.
Van der Vaart terus berusaha menunjukkan kemampuannya, terutama saat Real Madrid bermain di kandang Liverpool pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Namun, Ramos tetap saja memandang sebelah mata. Bahkan, kini dia tak berbicara sama sekali dengan sang pelatih.
"Aku menerima banyak pujian atas permainanku di Liverpool. Bagiku, ini kesempatan besar dan memuaskan bisa bermain lagi. Faktanya, aku tak dimainkan lagi setelah pertandingan itu dan rasanya sangat mengecewakan," ujarnya.
"Jika aku merasa ada sesuatu yang bisa saya katakan untuk mengubah keadaan, maka akan kukatakan kepada Ramos. Tapi, sekarang aku sudah merasa tak punya harapan lagi. Selain itu, dia melihatku berlatih setiap hari dan aku merasa dalam bentuk permainan terbaik," tambahnya.
Menurut Van der Vaart, dia sedang menghadapi masa sulit sekarang. Dia juga khawatir akan kehilangan tempat di timnas Belanda.
"Aku takut akan ditinggalkan timnas Belanda untuk pertama kalinya. Ini masa terberat dalam karierku. Untungnya, pelatih nasional Bert van Marwijk masih mempercayaiku, sedangkan Madrid tidak," katanya. (DTG)

