


LONDON, KOMPAS.com - Chelsea akan ditantang jadwal keras di tiga ajang berbeda dalam lima pertandingan mendatang. Untuk menghadapi ujian itu, Hiddink mengatakan akan memprioritaskan pertandingan terdekat, apa pun ajangnya.
Dalam lima duel berikut, Chelsea akan menghadapi Liverpool di babak perempat final Liga Champions dan Arsenal di semifinal Piala FA. Hiddink pun berhitung soal kekuatan tim dan beban kompetisi yang mesti diemban.
Padahal, setelah kalah 0-1 dari Tottenham Hotspurs, mental Chelsea diragukan tetap stabil. Pasalnya, kekalahan itu berimbas pada melorotnya posisi klasemen dan menipisnya harapan menjuarai Premier League. Tanpa tambahan angka, Posisi Chelsea melorot ke peringkat tiga dengan 61 poin atau berselisih empat poin dengan Manchester United di puncak klasemen.
Keadaan itu membuat Chelsea terancam kehilangan fokus menghadapi agenda berat. Namun begitu, Hiddink mengatakan, beratnya tantangan membuat setiap duel layak dijadikan prioritas.
"Manchester United masih bisa menambah poin karena mereka masih punya satu laga tunda. Tentu saja ada tekanan, tetapi ini sama seperti yang terjadi dengan Liverpool atau Chelsea yang tak boleh lagi kehilangan poin. Anda harus memenangkan semua duel, yang tidak mudah mendapatkannya di Inggris," kata Hiddink kepada www.chelseafc.com.
"Prioritas adalah pertandingan berikut. Hal ini tentunya klise, tapi kalau Anda melihat pertandingan bulan April dan Mei, duel-duel besar ini pasti menjadi sajian menarik bagi penonton Inggris. Tapi bukan hanya untuk penonton Inggris, karena saya tahu pertandingan itu juga disaksikan banyak orang di mana saja. Jadi, sangat menarik memasuki periode seperti ini," lanjut Hiddink.
Walau berstatus pelatih sementara, tak perlu diragukan bahwa Hiddink berniat membina Chelsea sebaik mungkin. Apalagi, tantangan kali ini akan berdampak pada kualitas dan martabat daftar riwayat hidup Hiddink.
Menjuarai Premier League, akan membuat Chelsea menghentikan dominasi MU. Menggenggam trofi Liga Champions, setidaknya berarti perbaikan rekor pertemuan dengan Liverpool. Mengangkat Piala FA akan menjadi hal baru bagi Hiddink yang sebelumnya tak pernah menangani klub Inggris. (CFC)

