Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Gomes Bagai Bumerang bagi Hiddink
Minggu, 22 Maret 2009 | 05:04 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES/LAURENCE GRIFFITHS
Heurelho Gomes

TERKAIT

LONDON, KOMPAS.com - Kekalahan Chelsea di tangan Tottenham Hotspur tidak saja menghambat peluang mereka mengejar Manchester United. Kekalahan itu juga menyakitkan bagi pelatih Guus Hiddink karena ia dipermalukan oleh mantan pemainnya, Heurelho Gomes.

Gomes menjadi pahlawan Spurs karena kiper asal Brasil itu berkali-kali menahan serangan John Terry cs. Pemain 28 tahun ini pernah merasakan dinginnya tangan Hiddink saat ia bermain di PSV Eindhoven.

Di musim pertamanya bersama PSV, Hiddink dan Gomes berhasil mengantarkan timnya menuju semifinal Liga Champions 2005. Padahal, sebelumnya banyak pihak yang meragukan kemampuan mantan penjaga gawang Cruzeiro tersebut.

Dalam pertandingan di White Hart Lane, Sabtu (21/3) malam, Gomes kembali memikat perhatian Hiddink. Namun, di sisi lain Hiddink juga kecewa karena penampilan apik Gomes membuat timnya terpuruk di kandang Spurs.

"Kami membawanya dari Brasil ke PSV dan ini sama seperti di Belanda. Pada beberapa pekan pertama, ia mengalami kesulitan namun saya tahu ia atlet hebat dan ia bisa mengamankan poin untuk Anda," ujar Hiddink usai duel yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Spurs tersebut.

Ketangguhan Gomes di bawah mistar tampak jelas ketika "The Blues" tak henti-hentinya meneror pertahanan Spus menjelang pertandingan berakhir. Gomes yang dikenal memiliki gerak refleks cepat berhasil menepis tandukan Alex sebelum bola membentur mistar dan dibuang oleh bek Tottenham.

"Pada akhirnya kami mampu menekan Gomes dan saya kira ia membuat satu penyelamatan berkelas dunia saat menggagalkan tandukan Alex," puji Hiddink.

Bergabung dengan Spurs sejak awal Juni 2008, Gomes kembali mengawali musim dengan penampilan kurang memuaskan seperti yang pernah ia lakoni di PSV. Dua penampilan perdananya berbuah kekalahan 1-2 di tangan Middlesbrough dan Sunderland.

Reputasinya semakin buruk saat ia membuat kesalahan saat bertemu Aston Villa, September 2008. Waktu itu, ia gagal menghentikan tendangan Ashley Young sehingga bola lolos di antara celah badannya. Di laga-laga berikutnya, ia sering melakukan blunder dan membuat Spurs semakin terpuruk di dasar klasemen.

Kemudian datanglah pelatih Harry Redknapp, menggantikan Juande Ramos. Di bawah asuhan Redknapp, Gomes mulai menemukan kepercayaan dirinya lagi. Redknapp bahkan tegas memecat pelatih kiper Hans Leitert, November silam, karena dianggap tak mampu memperbaiki penampilan Gomes. Padahal, sepekan sebelumnya Gomes membuat blunder sehingga untuk pertama kalinya Redknapp menelan kekalahan bersama Spurs.

Kini Spurs kembali merangkak naik di papan klasemen sementara. Itu antara lain berkat Gomes dan penampilan kompak bersama rekan-rekannya. Dengan penampilan konsisten seperti ini, Redknapp tidak ragu membawa Spurs menjadi pesaing tim langganan Liga Champions.