


ROMA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi menolak pendapat bahwa sepak bola di Inggris lebih maju dibandingkan Italia. Menurutnya, klub-klub Italia tak memainkan pemain asing sebaik tim-tim Inggris.
Pekan ini semua wakil Italia gugur di babak 16 besar Liga Champions setelah disingkirkan klub-klub Inggris. Sejumlah tokoh penting sepak bola Italia menganggap bahwa tim-tim Italia kalah kelas dibanding klub-klub Britania. Liga Serie A juga kalah kualitas dibandingkan Premier League.
"Apa keunggulan sepak bola Inggris dibandingkan Italia? Hasil (pertandingan) bisa menipu," kata Lippi kepada Il Messaggero. "Juve setingkat dengan Chelsea dan tidak ada yang lebih baik satu sama lain. Jika tidak ada cedera, 'Bianconeri' bisa saja lolos. Tidak cukup fakta bahwa klub-klub Inggris lebih kuat."
Mengenai AS Roma, yang kalah dalam adu penalti lawan Arsenal, Lippi menilai bahwa Roma hanya kurang beruntung menghadapi klub asal London tersebut. Lagi pula, banyak pemain Roma cedera dan ada yang dipaksa main dalam kondisi belum sepenuhnya fit.
"Selama bertahun-tahun berkecimpung di bola, saya tidak pernah melihat kesialan seperti ini," ungkapnya. "Separuh tim absen, lalu Juan juga cedera dan (pelatih Luciano) Spalletti terpaksa mengubah taktik selama babak pertama."
Lippi bahkan mengacungkan jempol kepada dua pemain Roma, David Pizarro dan kapten Francesco Totti, yang bermain gigih selama 120 menit. Sekali lagi, Lippi meragukan komentar sepak bola Inggris lebih baik dari Roma.
Kekalahan Inter Milan dari Manchester United boleh dibilang paling buruk di antara tim lain dari Italia. Inter sama sekali tidak bisa mencetak gol ke gawang juara dunia tersebut. Namun, Lippi memaklumi kekalahan itu.
"Inter berjuang lebih keras di babak pertama dibanding babak kedua. Katakanlah mereka sudah tersingkir di San Siro. Dalam kasus ini, kita perlu mempertimbangkan bahwa mereka melawan tim terbaik di dunia saat ini, jadi kalah dari tim terbaik tidak bisa disebut sebagai suatu krisis."
Seperti pernyataan sebelumnya, Lippi lagi-lagi menyebut bahwa klub-klub Inggris tak mewakili persepakbolaan negara itu. Empat wakil Inggris yang berlaga di Eropa tersebut hanya memainkan 12 pemain asli Inggris.
"Hanya timnas yang mewakili sebuah negara, bukan klub mereka," kata pelatih yang mengantar Italia juara dunia 2006 itu.
Lippi juga menanggapi pendapat pelatih Inggris, Fabio Capello, yang menganggap permainan tim-tim Italia tidak setangguh klub-klub Inggris. Menurutnya, Capello menjadi cermin bahwa sepak bola Inggris tidak murni berasal dari negaranya sendiri. Itu membuktikan bahwa sepak bola Inggris masih gadungan.
"Katakan kepada (pelatih Inggris Fabio) Capello dan saya ingin tahu pendapatnya. Dia bukan orang Inggris, seperti juga pelatih empat tim Inggris di Liga Champions," pungkas Lippi.

