Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Capello: Italia Kalah karena Stamina dan Wasit
Sabtu, 14 Maret 2009 | 00:20 WIB
|
Share:

ROMA, KOMPAS.com — Pelatih Inggris Fabio Capello sepakat dengan lemahnya tim-tim Italia di kancah Eropa. Mantan pelatih Juventus itu mengatakan, itu semua diakibatkan oleh faktor fisik dan wasit.

Musim ini klub-klub Italia tak berkutik di Liga Champions. Semua wakilnya dibabat tim-tim Inggris. Tak satu pun tim dari Serie A berhasil mengalahkan lawannya pada partai kandang. Saat tandang ke Inggris, mereka keok.

Sebagai pelatih yang pernah melatih di Italia, dan kini melatih tim nasional Inggris, Capello merasakan betul adanya perbedaan dalam persepakbolaan kedua negara. Hal paling mendasar adalah perbedaan stamina pemain. Inggris terbiasa melakukan dua hingga tiga pertandingan dalam sepekan.

"Ada perbedaan besar dalam hal sikap," ungkap Capello kepada Rai Sport. "Klub-klub Inggris lebih kuat secara fisik dan mental, sementara tim Italia memiliki kelemahan di dua hal itu. Kita memainkan sembilan defender dan satu striker serta membiarkan lawan menusuk pertahanan."

"Ketika AC Milan mengalahkan Manchester United pada (Liga Champions) 2007, itu karena mereka memiliki kualitas dan kekuatan. Jika tim-tim Italia ingin kembali ke level teratas di Eropa, mereka perlu memiliki dua aset itu," tambahnya.

Selain soal kemampuan fisik, Capello juga melihat sepak bola Italia terganggu oleh keputusan wasit. Wasit-wasit di Italia terlalu mudah meniupkan peluit sehingga permainan sering berhenti hanya gara-gara pelanggaran sepele. Ini berbeda jauh dari sepak bola di Inggris, yang biasa berlangsung keras dan dalam tempo tinggi.

"Di Liga Italia, permainan terlalu sering berhenti, tidak seperti duel di Eropa, jadi wasit harus membiarkan permainan berjalan terus di Serie A karena saat ini sepak bola Inggris sangat fleksibel," lanjut pelatih yang pernah membawa Milan juara Liga Champions musim 1993-1994 itu.

Memang banyak faktor yang memengaruhi perbedaan sepak bola di Italia. Wakil Presiden Milan Adriano Galliani pernah menyebut faktor finansial sebagai hal utama yang membuat kuat klub-klub Inggris. Presiden Inter Milan Massimo Moratti beranggapan bahwa tim-tim Italia kalah kelas.

Selain di Liga Champions, tim-tim Italia pun berguguran di Piala UEFA. Hanya Udinese yang masih berjuang di babak 16 besar Piala UEFA dan mereka menang di leg pertama lawan juara bertahan Zenit St Petersburg. (CH4)