Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Setelah MU, Kini PSSI Berencana Datangkan Timnas Belanda
Selasa, 10 Maret 2009 | 23:01 WIB
|
Share:
PSSI

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia bakal mendapat suguhan menarik di ajang sepak bola pada pertengahan tahun 2009 ini. Setelah klub papan atas Premier League Manchester United punya rencana tampil di Jakarta pada 4 Juli, kini giliran timnas Belanda yang punya niat serupa untuk datang ke Tanah Air pada bulan Oktober.

Rencana mendatangkan kesebelasan berjuluk tim Oranye itu ke Jakarta terungkap setelah mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar dan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bertemu di Sekretariat PSSI, Selasa malam (10/3). Tak ada yang mengira kedatangan mantan Ketua Umum KONI Pusat itu akhirnya menelorkan rencana mendatangkan timnas Belanda ke Jakarta dalam rangka mengembalikan citra Indonesia di mata dunia internasional.

Agum tiba di Sekretariat PSSI dengan mobil jeep BMW-nya sekitar pukul 19.30, didampingi seorang sopir dan ajudan. Pertemuan dengan Nurdin yang didampingi Sekjen PSSI Nugraha Besoes dan beberapa staf pengurus PSSI berlangsung singkat.

Usai pertemuan itu, Agum mengatakan bahwa selama ini setiap klub elite dari daratan Eropa yang mengadakan tur tidak mampir ke Indonesia. Nah, jika timnas Belanda mau datang, maka citra Indonesia sangat terangkat.

Meski belum dipastikan tanggal tepatnya pada bulan Oktober tersebut, namun Agum menjelaskan bahwa tim yang menjadi runner-up Piala Dunia tahun 1974 dan 1978 tersebut lebih dulu melakukan tur ke Australia. Setelah itu, juara Eropa 1988 tersebut datang ke Jakarta.

Agum mengakui, kedatangan timnas Belanda ke Jakarta masuk dalam rencana PSSI mendatangkan kesebelasan papan atas dunia, seperti akan mendatangkan MU untuk menjajal kemampuan kesebelasan nasional senior Indonesia yang disiapkan ke babak kualifikasi Piala Asia.

"Kedatangan Machester United dan kesebelasan nasional Belanda ke Jakarta semoga saja bisa terealisasi. Jika itu sudah dijalankan, maka saya optimistis tim papan atas dunia pun akan lebih sering memasukkan Indonesia dalam lawatan turnya," ungkap Agum.

Sementara itu, Nurdin mengatakan rencana itu harus dimatangkan terlebih dahulu mengingat timnas Belanda berintikan pemain profesional papan atas Eropa.

"Kami memang mendapat surat dari Federasi Sepakbola Belanda pada hari Selasa minggu lalu, mereka membutuhkan biaya kompensasi sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 8, 403 miliar. Kami belum tahu apakah biaya itu untuk uang tampil kesebelasan Belanda atau biaya yang harus kita berikan kepada agen yang membawa mereka," urainya.

Menurut Nurdin, jika biaya itu bisa digantikan dengan biaya tranport kedatangan dan kepergian dari dan ke luar Jakarta serta biaya selama kesebelasan Belanda berada di Jakarta, Nurdin dengan pasti mengatakan bahwa dirinya menjamin bisa menggelar kesebelasan Belanda melawan timnas Indonesia.

Sumber :
Persda Network