Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Persib Pilih Tanpa Penonton
Minggu, 01 Maret 2009 | 16:20 WIB
|
Share:

BANDUNG, MINGGU - Menyusul usulan Kepolisian Resor Bandung tentang perubahan jadwal pertandingan terkait masa kampanye pemilihan umum, Persib Bandung lebih memilih berlaga tanpa penonton dibandingkan harus bermain di luar kota.

Kekhawatiran kelancaran penyelenggaraan Liga Super Indonesia terkait pemilihan umum memang sudah menunjukkan bentuknya. Pekan lalu, Resor Bandung mengirim surat pada Kepolisian Daerah Jawa Barat tentang perubahan jadwal pertandingan di LSI maupun Copa Dji Sam Soe di Stadion si Jalak Harupat. Dalam surat itu, Polres Bandung mengusulkan untuk menunda semua pertandingan di rentang waktu 16 Maret hingga 27 April dengan alasan menjaga situasi Pemilu.

"Dengan tetap bertanding di Bandung (Stadion si Jalak Harupat), kami tidak mengeluarkan biaya dobel," kata Manajer Persib Jaja Soetardja, Minggu (1/3).

Namun, kata Jaja, hal itu masih merupakan pendapat pribadinya. "Manajemen Persib akan merapatkan masalah ini," kata Jaja.

Jaja mempertanyakan, mengapa potensi masalah ini tidak dibahas dalam rapat paripurna nasional PSSI pekan lalu. "Hal seperti ini kan sudah diketahui sejak awal. Kalau nantinya juga terjadi di daerah lain. Berarti sama saja, akan sulit mencari lapangan pengganti," kata Jaja.

Jika usulan Polres Bandung itu disetujui, bukan hanya Persib yang terkena dampaknya. Pelita Jaya yang menggunakan si Jalak Harupat sebagai kandang juga terkena akibat serupa. Media officer Pelita Jaya Willi Yuliyati mengatakan, manajemen juga masih menggodok langkah yang akan diambil. Apalagi, dalam rentang waktu itu, Pelita Jaya memiliki tiga jadwal laga kandang, yakni lawan Persib (16/3), Persitara (21/3), dan Persija (27/3). Sejauh ini, laga kandang Pelita Jaya belum mampu menarik banyak penonton.

Namun, kata Willi, pihaknya tetap menginginkan pertandingan dengan penonton. Apalagi, saat lawan Persib, pasti banyak bobotoh ingin menonton pertandingan. "Bagi tim, itu menjadi ajang yang bagus untuk menunjukkan kemampuan mereka. Sedangkan bagi panitia, banyaknya penonton bisa menjadi pembelajaran," kata Willi.

Willi mengatakan, ada kemungkinan pihaknya akan berupaya untuk menggelar pertandingan di tempat lain. "Tapi kalau memang demikian, kami juga belum menentukan alternatif tempat. Sebab, jangan-jangan di daerah lain juga akan ada kendala perizinan dari kepolisian," kata Willi.

Namun, ia sempat menyebut bekas kandang Pelita Jaya, yakni Purwakarta sebagai salah satu alternatif.