


LONDON, JUMAT — Gelandang serang Arsenal, Andrei Arshavin, berharap Guus Hiddink akan lebih mengutamakan Rusia ketimbang Chelsea. Menurutnya, tidak masalah Hiddink membantu melatih Chelsea hingga akhir musim, tetapi asal jangan seterusnya. Namun, kalau sampai mundur dari persepakbolaan Rusia, itu bisa berarti kehancuran bagi sepak bola Rusia.
"Selama Hiddink masih melatih Rusia, semua akan baik-baik saja. Namun, jika ia pergi, Rusia akan jatuh. Selain Hiddink, Aku tidak melihat ada pelatih lain yang bisa membuat Rusia menjadi sedahsyat sekarang. Tidak masalah bagiku kalau Hiddink sekarang berbagi fokus menangani Chelsea. Asal, ia tidak benar-benar meninggalkan Rusia," ungkap pemain berusia 27 tahun ini.
Menurut Arshavin, saat ini dampak kepergian Hiddink ke London belum menjadi masalah besar bagi tim nasional Rusia. Komitmen Hiddink untuk menomorsatukan Rusia juga masih bisa dipegang. Namun, mantan pemain Zenit Saint Petersburg ini khawatir, keadaan bakal berubah dan Hiddink bakal lebih memilih berada di Stamford Bridge ketimbang menangani Rusia.
"Kalau semua berjalan baik di Chelsea dan Hiddink betah di sana, maka itu merupakan kabar buruk bagi sepak bola Rusia," aku Arshavin.
Diakui, keberadaan Hiddink membuat Rusia diperhitungkan dalam persepakbolaan dunia. Masuknya Rusia ke semifinal Piala Eropa tahun lalu menjadi bukti keampuhan tangan dingin Hiddink mengubah Rusia menjadi kekuatan menakutkan.
Selain mengkhawatirkan Rusia, keberadaan Hiddink di Chelsea juga dinilai Arshavin mengancam Arsenal.
"Aku tahu, Hiddink adalah pelatih hebat dan itu akan membuat Chelsea kembali kuat. Dalam hal ini, aku tidak begitu suka karena, walau bagaimanapun, Chelsea adalah rival Arsenal," tutur Arshavin.

