


JAKARTA, KAMIS — Gelandang Tim Nasional Indonesia, Ponaryo Astaman, mendukung program pembinaan sepak bola anak-anak yang diselenggarakan Lifebuoy Shampoo dan Soccer School Indonesia (SSI). Menurut pemain klub Persija ini, Indonesia kaya bibit pesepak bola bertalenta. Namun, potensi besar itu belum tergali optimal.
"Melalui program ini, saya ingin menyumbangkan kemampuan saya membantu talenta muda Indonesia menggali bakat hebat mereka. Saya ingin, suatu saat nanti, talenta muda bisa mengangkat sepak bola Indonesia ke tingkat dunia," ulas pemain berusia 29 tahun ini saat konferensi pers peluncuran program bertajuk "Bintang Lapangan Lifebuoy Shampoo" di Jakarta, Kamis (5/2).
Program ini akan menjaring anak-anak di kota Bandung, Semarang, Surabaya, Jakarta, dan Medan dalam periode Februari hingga Juni 2009. Program ini terbuka bagi anak laki-laki dan perempuan berusia 9-12 tahun. Anak-anak itu akan mengikuti serangkaian tes seleksi untuk mendapatkan 30 orang terbaik. Anak-anak yang terpilih berkesempatan berlatih intensif di SSI Arsenal selama satu bulan.
Sementara itu, senada dengan Ponaryo, General Manager SSI Arsenal Marvin Suwarso mengaku optimistis, acara tersebut bakal memunculkan pesepak bola muda yang bisa mendongkrak prestasi Indonesia. "Sosok Ponaryo akan menarik anak-anak untuk berpartisipasi di acara ini," tambah Marvin.
Sebagai sponsor, Lifebuoy berharap, kegiatan ini bisa menginspirasi banyak orang untuk tetap optimistis mendukung sepak bola nasional. "Kita berharap agenda ini membangkitkan keyakinan, sepak bola Indonesia akan mencapai kejayaan," tutur Brand Manager Lifebuoy Shampoo Arya Bahupringga.
Peserta dalam ajang tersebut nantinya akan dibagi dalam dua kategori umur, yakni 9-10 tahun serta 11-12 tahun, dengan biaya pendaftaran Rp 5.000. Berikut ini tempat dan jadwal audisi "Bintang Lapangan Lifebuoy Shampoo" di lima kota:
- Bandung (Lap. KPAD), 13–15 Februari
- Semarang (Lap. Tri Lomba Juang), 20–22 Februari
- Surabaya (Lap. Bogowono), 27,28 Februari–1 Maret
- Jakarta (Lap. D Senayan), 6–8 Maret
- Medan (Lap. Merdeka), 20–22 Maret
(C1-09)

