


LONDON, RABU — Premier League kembali memecahkan rekor transfer pemain. Dari total pengeluaran 160 juta poundsterling pada Januari 2009, Manchester City menjadi klub paling royal dalam urusan beli pemain.
Berdasarkan analisis maskapai konsultan bisnis Deloitte, City telah menggunakan lebih dari 50 juta poundsterling untuk merekrut tiga pemain baru. Tottenham Hotspur juga jor-joran dalam pembelian pemain anyar dengan total pengeluaran 45 juta poundsterling.
Pada bursa transfer musim dingin, City mendatangkan gelandang Nigel de Jong, striker Craig Bellamy, dan bek Wayne Bridge. Kiper Newcastle United Shay Given pun menyusul kemudian. Adapun Spurs membeli striker Jermain Defoe dan Wilson Palacios, serta menarik kembali Robbie Keane dari Liverpool.
"Rekor pengeluaran yang terbesar untuk transfer pemain pada klub-klub Premier League... terutama oleh Manchester City dan Tottenham Hotspur," kata Dan Jones dalam pernyataan Deloitte.
Jumlah yang dicatatkan City itu sebetulnya masih bisa melonjak lebih tinggi jika mereka berhasil menggaet Ricky Kaka dari AC Milan. Klub yang dibeli Abu Dhabi United Group (ADUG) itu dikabarkan meminang Kaka dengan harga transfer 100 juta poundsteling, meskipun hal tersebut disanggah oleh Syeikh Mansour, pemilik ADUG.
City sebelumnya memegang rekor transfer termahal ketika merekrut Robinho dari Real Madrid pada musim panas lalu. Ketika itu, City merogoh kocek 32,5 juta poundsterling untuk merebut Robinho dari incaran Chelsea. Pada waktu yang sama, City juga memasang banderol 30 juta poundsterling untuk Jo, striker Brasil yang kini dipinjamkan ke Everton.
Terbesar di Eropa
Rekor baru Premier League ini sekaligus membuktikan bahwa klub-klub di Inggris saat ini lebih makmur dibandingkan klub-klub dari negara lain di Eropa, seperti Perancis, Italia, Jerman, dan Spanyol. Jumlah pengeluaran klub dari negara-negara tersebut masih di bawah rekor Inggris.
Resesi ekonomi yang merebak di seantero dunia saat ini juga tak memengaruhi jumlah pengeluaran klub. Buktinya, jumlah tahun ini melebihi pengeluaran 150 juta poundsterling pada Januari 2008 dan 60 juta poundsterling pada 2007.
Deloitte juga menyatakan bahwa tim-tim yang lancar menerima pendapatan musim ini cenderung tahan menghadapi resesi ekonomi yang sedang berlangsung saat ini. (AP)

