Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Angka 500 buat Raul
Senin, 12 Januari 2009 | 02:32 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES/Denis Doyle
Gaya baru Raul Gonzalez dalam merayakan gol. Dia ingin menyatakan bahwa Raul Gonzalez belum habis.

TERKAIT

RAUL merayakan penampilan ke-500 di Divisi Primera La Liga dengan indah. Sebab, dia mencetak gol dan membawa kemenangan Real Madrid 3-0 di kandang Real Mallorca.

Ini merupakan kemenangan pertama Madrid di kandang lawan sejak 18 Oktober 2008. Bagi Raul sendiri, ini momen bersejarah karena dia menyentuh angka 500.

Artinya, dia tak lama lagi menyamai rekor legenda Real Madrid, Manuel Sanchis, yang sudah tampil 524 kali di Divisi Primera. Namun, rekornya masih jauh dari kiper legendaris Barcelona, Andoni Zubizarreta, yang sudah bermain 622 kali di Divisi Primera.

Terlepas dari itu, Raul menunjukkan konsistensinya sebagai penyerang. Sejak menjalani debut pertama kalinya bersama Real Madrid pada tahun 1994, dia terus menjadi roh dan ikon Real Madrid.

Sudah tujuh gol dia persembahkan buat Madrid di musim ini. Artinya, Raul yang sudah berumur 31 tahun itu masih tajam dan berbahaya sebagai striker. Bahkan, banyak yang mengharapkan dia kembali menemukan masa keemasannya.

Urusan mencetak gol, Raul memang jagonya. Saat masih muda, dia pengumpul gol terbanyak buat Madrid dan pernah dua kali meraih gelar "El Pichichi" (top skorer) pada musim 1998-1999 (24 gol) dan 2000-2001 (25 gol).

Di Liga Champions, prestasinya malah belum ada yang mengalahkan. Dia merupakan pemain pertama yang mampu mencetak 50 gol di kejuaraan antarklub Eropa tersebut. Itu terjadi saat dia mencetak gol dan memenangkan Madrid 2-1 atas Olympiakos pada 28 September 2005. Bahkan, rekornya kini makin tinggi. Dia sudah mencetak 64 gol di Liga Champions. Catatan yang sulit dikejar pemain lain.

Di musim 2006-2007 dan 2007-2008, dia sempat menurun. Bahkan, publik sempat menilainya sudah habis. Namun, Madrid tetap mempertahankan pemain bernomor 7 itu sebagai penyerang utama dan kapten tim. Namun, pelatih Timnas Spanyol waktu itu, Luis Aragones, tak memanggilnya sehingga Raul tak tampil di Piala Eropa 2008 yang akhirnya dijuarai Spanyol.

Ini ternyata mengecewakan Raul. Sejak awal, dia selalu merayakan gol dengan mencium cincin perkawinannya dengan Mamen Sanz. Namun, sejak tak dipanggil timnas, dia selalu menunjukkan dua ibu jari ke punggungnya, setiap mencetak gol. Ini cara dia mengkritik pelatih timnas yang menyingkirkannya.

Dia ingin menegaskan bahwa Raul masih ada dan pantas diperhitungkan. (HPR)