


LONDON, SABTU - Federasi Sepak Bola Inggris (FA) akhirnya menjatuhkan hukuman larangan main empat kali dan denda 15.000 poundsterling kepada bek Manchester United, Patrice Evra. Adapun Chelsea dikenai sanksi denda 25.000 poundsterling untuk kasus yang pertikaian di Stamford Bridge pada April lalu.
Sebelum putusan final ini, FA pernah menjatuhkan sanksi serupa kepada Evra. MU kemudian mengajukan pembelaan karena menganggap Evra hanya melakukan pembelaan atas perlakuan rasis terhadapnya.
Setelah menjalani proses penyidikan berlarut-larut, FA memutuskan bahwa Evra memang bersalah karena melakukan serangan fisik terhadap Sam Bethell, petugas lapangan Stamford Bridge.
FA menetapkan, larangan main bagi Evra akan efektif berlaku pada 22 Desember mendatang. Dengan demikian, Evra tak diperbolehkan turun dalam laga lawan Stoke pada 26 Desember dan versus Middlesbrough tiga hari kemudian. Bek Perancis itu juga dilarang main pada partai perdana MU di Piala FA lawan Southampton pada 4 Januari dan partai semifinal Piala Carling.
Atas keputusan tersebut, MU menyatakan sangat kecewa dengan keputusan yang mereka anggap berlebihan tersebut. "Manchester United mencatat pengumuman dari FA dan kecewa dengan keputusan dan terutama pada sanksi terhadap Patrice Evra yang berlebihan," sebut pernyataan dalam situs MU.
Sementara itu, Chelsea berterima kasih kepada FA karena FA menilai kejadian itu bukanlah insiden rasis. Selama ini The Blues yakin bahwa timnya tidak pernah melakukan pelanggaran terkait SARA.
"Chelsea berterima kasih kepada FA atas keputusan mereka yang menetapkan bahwa tidak ada unsur rasis dalam insiden antara Patrice Evra dan Sam Bethell, anggota staf lapangan Chelsea," tulis pernyataan di situs Chelsea.
Meski demikian, FA tetap menjatuhkan sanksi denda kepada klub asal London itu karena menilai Bethell telah melakukan tindakan yang menyulut terjadinya perkelahian. (AP)

