Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Cambiasso: Ibra Tak Pantas Dapat Ballon d'Or
Sabtu, 29 November 2008 | 03:08 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES/RICHARD HEATHCOTE
Esteban Cambiasso (kanan) menyebut Zlatan Ibrahimovic belum pantas menerima gelar Ballon d'Or.

TERKAIT

MILAN, SABTU - Pemain Inter Milan, Esteban Cambiasso menegaskan, rekan satu timnya, Zlatan Ibrahimovic tak pantas menerima anugerah pemain terbaik Eropa atau Ballon d'Or. Baginya, Paolo Maldini lebih baik tapi tak pernah mendapatkan gelar tersebut.

Pekan lalu Ibra menyebut dirinya pantas menerima gelar Ballon d'Or karena ia bermain bagus dan mengantar Inter meraih scudetto musim lalu. Namun, Cambiasso punya pandangan lain. Mantan gelandang Real Madrid ini justru membanding-bandingkannya dengan pemain lain yang pernah menjadi rekan satu timnya.

"Apakah Ibrahimovic pemain terbaik yang pernah bermain bersamaku? Bukan, menurutku Zinedine Zidane tak pernah bisa disamai karena dia memiliki semua yang dibutuhkan dalam sepak bola," ungkap Cambiasso.

Bukan hanya Zidane, Cambiasso juga menilai rekan senegaranya, Lionel Messi, juga lebih baik dibandingkan Ibra. Lagi pula, tambah Cambiasso, susah bagi Ibra untuk memenangi gelar tersebut karena Ibra tak pernah membawa I Nerazzuri ke final Liga Champions yang menjadi salah satu "syarat" untuk menjadi pemain terbaik Eropa. Cambiasso mencontohkan, Raul Gonzalez dan Maldini pernah membawa timnya juara Liga Champions, tapi mereka tak pernah terpilih sebagai terbaik.

"Untuk seorang yang belum pernah bermain di perempat final (Liga Champions), Ballon d’Or adalah sebuah mukjizat atau malah kejadian aneh. Ketika kamu melihat Raul dan Maldini tak pernah memenanginya, maka kupikir Ballon d’Or tidaklah layak (bagi Ibra)," tambahnya.

Musim ini Inter berkesempatan menebus penampilan buruk di Liga Champions musim lalu setelah pasukan Jose Mourinho itu dipastikan lolos ke babak 16 besar. Banyak yang menyebut La Beneamata kurang pantas lolos penyisihan grup karena kalah 0-1 dari Panathinaikos di San Siro. Namun, pada saat yang sama Anorthosis Farmagusta gagal mengalahkan Werder Bremen sehingga hasil seri 2-2 "membantu" Inter lolos. (CH4)