Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Hoffenheim Kembali ke Puncak Bundesliga
Kamis, 30 Oktober 2008 | 04:24 WIB
|
Share:

MUNICH, KAMIS - Hoffenheim terus mempertahankan momentum terbaik mereka untuk memimpin klasemen sementara Bundesliga. Tim promosi tersebut menang 3-1 saat tandang ke markas Bochum untuk melakoni lanjutan kompetisi Liga Jerman, Kamis (30/10) dini hari WIB.

Tambahan tiga poin di pekan ke-10 ini membuat Hoffenheim yang menjadi tim paling fenomenal di Bundesliga, kembali ke puncak klasemen dengan total poin 22. Mereka menggeser Bayer Leverkusen yang hanya diberi kesempatan selama 24 jam untuk memuncaki klasemen.

Dalam laga di rewirpowerSTADION itu, Hoffe--sebutan untuk Hoffenheim--, sempat terkejut oleh gol cepat tuan rumah. Ketika pertandingan baru berusia dua menit, Dennis Grote telah memaksa kiper Daniel Haas memungut bola dari dalam jaringnya. 1-0 buat Bochum.

Tertinggal, Hoffenheim yang saat ini menjadi tim paling produktif di Bundesliga meningkatkan tempo permainan untuk mendominasi pertandingan. Tetapi sampai turun minum, gol yang dinanti-nanti tak kunjung tiba.

Memasuki babak kedua, Hoffe yang tampil dengan tiga striker tetap mengambil inisiatif menyerang. Hasilnya mereka tuai pada menit ke-64, ketika Demba Ba mengoyak jala tuan rumah yang dikawal Daniel Fernandes untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1.

Inilah momen kebangkitan Hoffe, karena hanya berselang tujuh menit dua gol tambahan bisa dilesakkan. Vedad Ibisevic yang mengawali kebangkitan Hoffe setelah dia sukses mengeksekusi hukuman penalti yang diberikan pada menit ke-70. Hanya berselang satu menit, giliran Carlos Eduardo yang mencetak gol untuk melengkapi kemenangan Hoffe jadi 3-1.

Di tengah usahanya untuk mengejar ketinggalan, Bochum malah harus bermain dengan 10 orang. Pasalnya, pada menit ke-76 wasit mengganjar Christoph Dabrowski kartu merah setelah dia mengoleksi kartu kuning kedua pada laga itu.

Kekurangan pemain, Bochum semakin sulit mengejar ketinggalannya. Alhasil, penghuni papan bawah Bundesliga itu pun harus menelan pil pahit di kandang sendiri karena kalah 1-3. (LOU)