Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Empat Luka dalam Partai PSIR vs Persebaya
Rabu, 15 Oktober 2008 | 09:10 WIB
|
Share:
KOMPAS/Albertus Hendriyo Widi
Sejumlah anggota TNI berupaya mengamankan seorang pendukung Persebaya Surabaya yang terluka akibat lemparan batu dalam Laga Divisi Utama Liga Indonesia 2008 di Stadion Krida, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (14/10). Dalam laga itu, pendukung Persebaya Surabaya dan PSIR Rembang saling melempar batu.

TERKAIT

REMBANG, SELASA - Partai Divisi Utama Liga Esia 2008 antara PSIR Rembang dan Persebaya Surabaya di Stadion Krida, Rembang, Selasa (14/10), diwarnai kericuhan. Suporter Persebaya dan suporter PSIR saling melempar batu. Akibatnya, tiga pendukung Persebaya dan seorang suporter PSIR luka di bagian kepala.

Insiden bermula pada Selasa sore, sekitar pukul 15.00. Puluhan pengikut bonek, sebutan untuk suporter Persebaya, yang tidak punya tiket berupaya masuk melalui tembok sisi utara stadion.

Langkah tidak sportif bonek ini dihalang-halangi puluhan anggota pendukung PSIR dari dalam stadion.

Lantaran tak terima, kubu bonek menghujani suporter PSIR dengan batu dari luar stadion, yang spontan dibalas juga dengan lemparan batu. Aksi saling lempar mengakibatkan seorang suporter PSIR luka di bagian kepala. Polisi lalu meredam kejadian itu dan mengizinkan bonek masuk dengan pengawalan ekstra ketat.

Insiden saling lempar terjadi lagi menjelang turun minum dan berakibat tiga pendukung Persebaya mengalami luka sobek di kepala.

”Bonek mulai melempar batu dahulu. Saya hanya menghindari itu,” kata Avid Choirul (21), warga Tasikagung, Kecamatan Rembang, sembari memegangi kepalanya yang berdarah.

Penjambretan

Kepala Kepolisian Resor Rembang sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ajun Komisaris Besar Wawan Ridwan mengatakan, rombongan bonek berdatangan ke Rembang sejak Senin malam.

Pada Selasa pagi dua orang di antara mereka sudah bertindak kriminal dengan menjambret tas Warti (21), warga Blora, di warung makan dekat Stadion Krida.

Polisi telah mengamankan dua penjambret itu, yaitu Lukman (19) dan Fauzi (26). Keduanya asal Desa Gembong, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. ”Para suporter Surabaya itu kurang terkoordinasi dengan baik sehingga berpotensi menyebabkan kekacauan,” kata Wawan. Seusai laga, polisi mengantar bonek dengan truk ke perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur, untuk mencegah berlanjutnya bentrokan antarsuporter.

Laga PSIR melawan Persebaya berakhir 0-1 untuk kemenangan tim ”Bajul Ijo”. Gol tim tamu dicetak Jairaon Peliciano pada menit ke-88. Peliciano sukses memanfaatkan bola liar yang gagal dikuasai penjaga gawang PSIR, Gerri Mandagi.

Pelatih PSIR Suroso mengatakan, kedua tim sudah bermain maksimal. Konsentrasi para pemain sempat terganggu aksi saling lempar para suporter.

Perilaku suporter Persebaya ini mencoreng pencapaian gemilang tim Bajul Ijo, yang saat ini memimpin Grup Dua Divisi Utama Liga Esia 2008. Persebaya sudah mengumpulkan 16 angka, hasil lima kemenangan dan sekali seri. Posisi kedua Grup Dua ditempati Perseman Manokwari dengan 13 poin, hasil empat kali menang dan sekali seri. Di Grup Satu, PSPS Pekanbaru berada di puncak klasemen, dengan PSSB Bireun di posisi kedua. (HEN/SUP/ADP)