


LONDON, SENIN - Beberapa klub besar Premier League terancam kolaps akibat imbas krisis keuangan global. Setidaknya ada 9 klub elite Inggris yang dimiliki pihak asing. Karena krisis, kemungkinan mereka akan cabut dan meninggalkan klub dalam masalah keuangan.
Pendapat itu disampaikan pemilik Wigan Athletic, Dave Whelan dalam acara di BBC Radio Five Live's Sportweek, Minggu (12/10). "Saya bisa melihat indikasi bahwa para pemilik asing itu bisa begitu saja meninggalkan klub dengan utang besar. Jika ini terjadi, akan sangat memprihatinkan bagi klub-klub yang dimiliki pihak asing itu. Mereka bisa ditinggalkan dalam keadaan berutang 100 sampai 150 juta pounds," jelasnya.
Dari 20 klub Premier League, 9 di antaranya dimiliki pihak asing, termasuk klub besar Manchester United, Liverpool, Arsenal, dan Chelsea. Para pemilik klub tersebut ddiperkirakan juga tak lepas dari libasan krisis global. Jika keadaan semakin parah, tak menutup kemungkinan mereka akan mengorbankan klub sepakbola demi menata bisnis lainnya.
Dia juga mengatakan, besarnya gaji pemain menambah rumit persoalan. Maka, cara terbaik untuk mengantisipasi krisis, perrlu ada penataan gaji pemain.
"Tak diragukan, Eropa sangat cemburu dengan Premier League. Kami semakin menguasai Eropa. Terakhir, final Liga Champions menampilkan sesama klub Inggris. Tapi, semakin kami menguasai, akan semakin mendapat dampak yang buruk," kata Whelan.
Salah satu sebabnya, karena banyak klub terlibat utang. "UEFA akan membicarakan masalah utang klub. Saya setuju dengan hal itu. Apa yang harus dilakukan adalah pembatasan utang klub. Misalnya besar utang maksimal 25 atau 30 persen dan pendapatan. Klub tak boleh utang lebih dari itu demi keseimbangan. Jika ada klub yang melanggar ketentuan itu, bisa dikurangi nilainya," jelasnya lagi.
"Soal gaji pemain juga perlu pengaturan agar tak terjadi krisis klub yang lebih parah," tambahnya.
Minggu lalu, ketua federasi sepakbola Inggris (FA), Lord Triesman mengatakan, secara kolektif utang klub-klub Inggris mencapai 3 miliar pounds (sekitar Rp50 triliun). Dia juga menyatakan utang yang tak terkontrol bisa membuat klub-klub besar kolaps. (AP)

