

SURABAYA, MINGGU - Kendati dihinggapi krisis finansial, tim Persebaya Surabaya tetap mengusung motivasi tinggi saat menjalani pertandingan tandang kompetisi Divisi Utama di kandang PSIR Rembang (14/10) dan Persiku Kudus (19/10).
Rombongan pemain Persebaya yang berjumlah 18 orang dengan dipimpin pelatih Freddy Muli, berangkat menuju Rembang dari Mess Persebaya Surabaya, Minggu (12/10), dengan menggunakan bus.
Pada lawatan di Jawa Tengah ini, Freddy Muli membawa pemain-pemain terbaiknya, termasuk tiga legiun asing, yakni Javier Roca (gelandang), Jairon Feliciano (penyerang) dan Anderson Da Silva (pemain bertahan).
Selain itu, masih ada kapten tim Bejo Sugiantoro, Bobby Satria, Jordy Kartiko, Putu Gede, Lucky Wahyu, Andi Odang, dan Taufiq.
"Kondisi tim cukup kondusif dan tidak ada masalah. Seluruh pemain punya motivasi tinggi untuk meraih poin di kandang lawan," kata Freddy.
Pernyataan mantan pelatih PSMS Medan itu sekaligus menepis adanya konflik di antara pemain, menyusul perkelahian yang melibatkan Javier Roca dan Andi Odang pada sesi latihan dua hari lalu.
"Itu hanya salah paham dan sekarang sudah baik lagi. Buktinya, keduanya saya sertakan pada tur ke Rembang," ujar Freddy Muli.
Pelatih yang sukses mengantar Persebaya juara Divisi I musim 2006 itu menambahkan, persiapan timnya menghadapi laga tandang sudah maksimal, meski diakui kondisi fisik pemain belum pulih seratus persen pascalibur lebaran.
Dari dua laga di Rembang dan Kudus, Freddy Muli minta anak asuhnya bisa menunjukkan penampilan terbaik untuk memenuhi target membawa pulang poin.
"Terus terang, saya tidak begitu tahu kekuatan PSIR dan Persiku, tapi saya menganggap semua lawan sama dan harus dihadapi dengan maksimal. Soal faktor nonteknis, saya juga sudah antisipasi," tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar memastikan kalau pembayaran gaji pemain pada bulan Oktober ini akan mengalami keterlambatan, karena manajemen tim belum memiliki cukup dana.
Namun Saleh Mukadar minta masalah ini tidak mempengaruhi persiapan tim, karena manajemen sedang mengupayakan untuk mencari pinjaman dana.
"Kami tetap mengupayakan untuk memenuhi kewajiban membayar gaji pemain, meskipun agak terlambat dari biasanya," katanya.
Keterlambatan pembayaran gaji pemain Persebaya sudah terjadi pada September lalu, dimana gaji yang semestinya diselesaikan setiap tanggal 10, baru dicairkan sepekan menjelang akhir bulan. (ANT)

