Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Cordoba: Harusnya Ibra Hormati Mancini
Sabtu, 11 Oktober 2008 | 02:39 WIB
|
Share:

MILAN, SABTU - Bagi Ivan Cordoba, sosok Roberto Mancini begitu mengesankan. Bek Inter Milan itu berharap striker Zlatan Ibrahimovic menghormati mantan pelatihnya itu karena Mancini pun menghormati Ibra.

Beberapa waktu lalu Ibra mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan menyatakan dukungannya kepada pelatih baru Jose Mourinho dan menjelek-jelekkan Mancio. Menurutnya, Mourinho adalah pelatih sempurna dan lebih baik dari pelatih sebelumnya.

Cordoba menyayangkan ucapan Ibra itu. Baginya, Ibra seharusnya berterima kasih kepada Mancini karena pelatih tersebut menempatkannya sebagai striker utama.

"Aku menghargai pendapat siapa pun, tapi Zlatan sebaiknya menghormati karena ia menjalani tahun-tahun indah di Inter bersama pelatihyang memberikan kesempatan dan memainkannya bermain secara reguler," kata Cordoba kepada Sky Italia.

"Kami bekerja sangat baik dengan pelatih yang ada, Mourinho dapat mendongkrak kualitas kami berkat pengalamannya, tapi kami juga harus berterima kasih kepada Mancini atas segala hal yang ia berikan kepada kami," lanjut pemain asal Kolumbia itu.

Selama empat tahun melatih I Nerazzuri, Mancio sudah memberikan tiga gelar scudetto bagi timnya. Namun, masalah baginya bertambah parah ketika ia gagal mengantar La Beneamata ke final Liga Champions. Inter kemudian terbelah dua. Banyak yang mendukung Mancio tetap melatih tim "Biru-Hitam", tapi banyak juga yang mengharapkannya pergi. Striker Adriano, misalnya, tidak mau kembali lagi ke Giuseppe Meazza jika Mancio tidak diganti.

"Apakah Ibra tidak menghargainya? Aku pikir begitu, tapi aku tidak tahu apakah ada masalah pelik di antara mereka sehingga ia berkomentar seperti itu. Mungkin itu cara baginya untuk melepaskan bebannya dan kini dia bisa lebih bebas," kata Cordoba lagi.

Ibra memang pernah bermasalah dengan Mancio dan itu ditunjukkannya di lapangan. Ketika Nerazzuri menjamu Palermo, Maret lalu, Ibra menghina Mancini saat ia ditarik keluar. Ibra membantah bahwa dia menyumpahi Mancini, tapi Mancio kemudian mengatakan bahwa Ibra minta maaf atas kejadian di lapangan.

Setelah itu, Ibra sering dinomorduakan oleh Mancio. Bukan karena bermain buruk, tapi karena cedera pada lututnya yang tak pernah seratus persen sembuh. Ibra baru dimainkan kembali di pertandingan terakhir Serie-A dan mencetak dua gol kemenangan yang mengantarkan Inter menjadi juara untuk ketiga kalinya.

"Dia cedera selama kepemimpinan Mancini dan tidak dapat mencari jalan keluar, dia tidak menunjukkan performa seperti yang diharapkan Mancini, dan mungkin dia tidak mempertimbangkan hal itu ketika ia bermain kembali," kata wakil kapten Inter tersebut.

Kini Ibra lebih banyak mendapat dukungan dari Jose Mourinho. Itu sebabnya mantan pemain Ajax Amsterdam itu memuja Mourinho setinggi langit.