


BRUSSELS, SELASA - Presiden FIFA Sepp Blatter khawatir terhadap maraknya investor asing yang mengambil-alih klub-klub Premier League. Menurutnya, para triliuner asing itu bisa menjadi kutu loncat yang akan mengganggu stabilitas klub.
"Ini sangat berbahaya," tegas Blater kepada pers di Brussels, Senin (6/10). "Orang-orang ini (investor asing, Red) datang, membeli klub, lalu memilikinya, lantas meninggalkannya. Ini akan berpotensi mengganggu stabilitas tim itu sendiri dan jalannya kompetisi secara umum."
Menurut Blatter, akan lebih baik jika klub-klub tersebut dimiliki oleh pengusaha-pengusaha di negara setempat. Cara ini akan menumbuhkan rasa memiliki dalam diri sang pemilik klub.
"Pada tataran yang normal sebuah klub seharusnya dimiliki oleh orang-orang lokal. Terlebih mereka yang memang mencintai klub tersebut sehingga akan tampak loyalitas mereka terhadap klub yang dimilikinya. Merekalah yang pantas mengelola seluruh managemen klub tersebut, termasuk masalah keuangan," katanya.
Meski demikian, Blatter sendiri mengakui belum memiliki rencana khusus bagaimana cara mengatasi masalah ini. Ia tidak dapat memungkiri bahwa Liga Inggris memang liga paling atraktif di jagat saat ini sehingga wajar jika banyak pengusaha mencoba terlibat dalam kompetisi itu. Ia berharap dapat mendiskusikan hal tersebut dengan otoritas sepak bola regional, khususnya UEFA.
"Ini merupakan fenomena logis karena Liga Inggris merupakan kompetisi paling menarik di jagat raya. Kalian bisa melihat hampir seluruh penduduk dunia menyaksikan siaran pertandingan Liga Inggris di layar kaca. Inilah yang menjadikan mereka pasar dengan pangsa konsumen terbesar," katanya.
Saat ini hanya ada delapan dari 20 klub Liga Inggris yang masih dimiliki oleh warga negara Inggris. Sisanya menjadi milik pengusaha negara asing dari seluruh penjuru dunia. Manchester City, misalnya, dibeli perusahaan kaya dari Timur Tengah. Chelsea menjadi kepunyaan pengusaha minyak dari Rusia. AIG yang kini sedang mengalami masalah finansial di Amerika Serikat juga menguasai Manchester United. (AP/M16)


