Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Gaji Pemain dan Pelatih Persebaya sudah Beres
Rabu, 24 September 2008 | 01:18 WIB
|
Share:

SURABAYA, SELASA - Manajemen Persebaya Surabaya pada Selasa (23/9), akhirnya membereskan gaji pemain, pelatih dan ofisial tim untuk bulan September yang sempat tertunda sekitar dua pekan.

Ketua Umum Persebaya, Saleh Mukadar kepada pers usai menjadi pembicara pada diskusi Siwo PWI Jatim di Surabaya, Selasa, mengatakan, pembayaran gaji pemain dilakukan lewat transfer ke rekening masing-masing pemain dan pelatih.

"Mereka yang punya rekening Bank Mandiri, gajinya dibayarkan hari ini. Kalau yang rekening bank lain, rencananya baru diselesaikan besok (Rabu 24/9)," ungkapnya.

Untuk melunasi gaji skuad Persebaya tersebut, manajemen Persebaya harus mengeluarkan dana sekitar Rp663 juta. Namun, Saleh Mukadar tidak merinci darimana manajemen mendapatkan dana tersebut.

"Pokoknya ada pihak ketiga yang peduli pada Persebaya dan memberikan pinjaman uang," tambahnya.

Sejak awal, lanjut Saleh Mukadar, pihaknya sudah menjamin gaji pemain, pelatih dan ofisial tim akan dibereskan sebelum lebaran.

"Memang saya sempat bilang kalau kemungkinan Senin (22/9), gaji dibereskan. Tapi yang penting, sebelum lebaran dan pemain diliburkan, gaji mereka sudah diterima sehingga pemain bisa berlebaran dengan tenang," ujarnya.

Terkait hasil konsultasi pengurus Persebaya dan KONI Kota Surabaya ke Depdagri soal penggunaan dana APBD untuk sepakbola, Saleh Mukadar mengaku ada peluang untuk menggunakan uang rakyat tersebut, tapi manajemen masih menunggu petunjuk resmi.

"Kami masih menunggu jawaban resmi dari Depdagri. Kalau hanya disampaikan secara lisan, takut keliru dan kami tidak mau ambil risiko itu," ujarnya.

Sekretaris Umum Persebaya, Akhmad Munir yang turut mendampingi pengurus KONI Surabaya ke Depdagri, mengungkapkan penggunaan APBD untuk klub sepak bola diperbolehkan, tapi tidak untuk keperluan kontrak pemain dan pelatih.

Artinya, dana bantuan APBD hanya boleh digunakan untuk mendukung biaya operasional tim, seperti transportasi, akomodasi dan lainnya.

"Hasil konsultasi dengan Depdagri seperti itu, tapi kami masih menunggu petunjuk resmi dari Depdagri," ujarnya.

Ia menjelaskan klub sepakbola tidak diperbolehkan mengajukan bantuan APBD secara langsung, tetapi harus melalui KONI setempat dan diteruskan ke pemerintah daerah.

Sejak beberapa hari terakhir, manajemen Persebaya sudah berancang-ancang mengajukan dana bantuan APBD sekitar Rp13,5 miliar untuk menutup biaya operasional mengikuti kompetisi divisi utama musim ini.

Kabar lain menyebutkan kalau Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Kota Surabaya tidak menyetujui pengajuan anggaran untuk Persebaya yang diusulkan melalui KONI Surabaya.

"Permendagri nomor 59 tahun 2007 sudah jelas menyatakan kalau APBD untuk klub sepak bola tidak diperbolehkan. Kami tidak mau melanggar aturan yang sudah ada," kata anggota Panggar DPRD Surabaya, Ahmad Suyanto. (ANT)