


NEWCASTLE, SELASA - Sebuah perusahaan tambang di Nigeria dikabarkan bersedia membeli klub Newcastle United. Perusahaan tersebut sudah menyampaikan penawaran sebesar 350 juta pounds (sekitar Rp5,960 triliun).
Kepala Eksekutif NVA Management, Chris Nathaniel, yang perusahaannya menangani transaksi itu, berharap Nigeria akan menjadi negara Afrika pertama yang memiliki klub Premier League.
Kepada IckOffNigeria, dia mengatakan, "Saya sudah lama bekerja keras untuk menghubungkan perusahaan kaya di Nigeria itu untuk membeli klub, sejak Mike Ashley berniat menjual klubnya. Ashley juga sudah memasang harga 400 juta pounds (sekitar Rp6,797 triliun)," katanya.
"Sekarang saya bisa menjelaskan kepada Anda bahwa perusahaan pertambangan yang kaya di Nigeria telah tertarik membeli Newcastle. Mereka sudah mengajukan penawaran sebesar 350 juta pounds," jelasnya.
Sebelumnya, Pemilik Newcastle United, Mike Ashley, menunjuk Bank Seymour Pierce untuk menjual klub tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memudahkan proses penjualan.
Ashley terpaksa akan menjual Newcastle, setelah suporter melakukan demonstrasi meminta Mike Ashley keluar dari klub yang dia beli 16 tahun lalu dengan harga 134 juta pounds (sekitar Rp2,277 triliun). Demo itu dilakukan menyusul pengunduran diri pelatih kevin Keegan. Suporter menganggap, manajemen klub tak menghargai pahlawan Newcastle tersebut.
"Ashley menyatakan hanya akan menjual klub dengan harga 400 juta pounds. Artinya, kami hanya butuh menambah 50 juta pounds (sekitar Rp534 miliar) atau 100 juta pounds (sekitar Rp1,699 triliun) untuk melancarkan transaksi ini. Sehingga, kami bisa menutup pintu para penguasa Arab yang juga ingin memiliki Newcastle," jelasnya.
"Beberapa pengusaha Arab juga sudah menyatakan tertarik membeli Newcastle. Tapi, mereka belum menyebutkan harga," tambahnya.
NVA merupakan agen olahraga yang cukup terkenal. Dia juga menangani pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 antara Inggris lawan Kroasia di Old Trafford pada 2006. (SCN)

