

SURABAYA, MINGGU - Manajemen tim Divisi Utama, Persebaya Surabaya, tidak mempunyai rencana untuk merevisi kontrak pemain dan pelatih, kendati sedang mengalami kesulitan keuangan.
Demmikian dikatakan Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar saat dihubungi wartawan di Surabaya, Minggu (21/9) terkait tersendatnya pembayaran gaji pemain pada September ini. "Rencana revisi kontrak belum terpikirkan. Kami terus berupaya memenuhi hak pemain dan pelatih dengan cara meminjam dana dari pihak ketiga," katanya.
Kebijakan merevisi kontrak pemain dan pelatih telah dilakukan manajemen tim Divisi Utama Gresik United (GU), akibat kesulitan keuangan yang melilit klub tersebut.
Karena kebjakan itu, pelatih GU, Joko Malis Mustafa dan sejumlah pemain memutuskan mengundurkan diri dari tim, karena merasa dirugikan.
Saleh Mukadar mengakui, gaji pemain dan pelatih pada September ini belum dibayar, karena kondisi keuangan Persebaya sedang menipis.
Namun, Ketua Komisi E DPRD Jatim itu memastikan seluruh gaji pemain dan pelatih, tidak termasuk tunjangan hari hari (THR), akan diselesaikan pada Senin (22/9).
"Saya pastikan pada Senin (22/9), seluruh gaji pemain dan pelatih yang tertunggak akan diselesaikan. Kami sudah mendapat pinjaman dana dari pihak ketiga yang peduli dengan kondisi Persebaya," tambahnya.
Untuk menyelesaikan tunggakan gaji tersebut, manajemen Persebaya membutuhkan dana sekitar Rp600 juta. Kontrak pemain Persebaya musim ini cukup tinggi, di mana untuk pemain inti nilainya berkisar Rp300 juta hingga Rp600 juta per tahun.
Saleh juga berharap pengajuan dana APBD melalui perubahan anggaran 2008 sekitar Rp13,5 miliar untuk menutupi kekurangan dana operasional tim pada musim ini, bisa disetujui DPRD Kota Surabaya.
"Kalau usulan itu disetujui, kami pastikan kondisi Persebaya akan sehat. Gaji pemain dan pelatih tidak lagi terlambat dibayar seperti sekarang. Kalau tidak disetujui, kami akan berupaya mencari dana dari pihak ketiga," ujarnya.
Ia mengungkapkan upaya penggalangan dana dari pihak ketiga atau pengusaha Surabaya beberapa bulan lalu, hingga kini tidak seperti yang diharapkan.
Sejumlah pengusaha atau perusahaan yang sebelumnya sudah berkomitmen membantu Persebaya, ternyata tidak memenuhi kesepakatan.
Pelatih Persebaya, Freddy Muli yang dikonfirmasi terpisah menyatakan bersyukur dengan kabar akan diselesaikannya gaji pemain dan pelatih, meski sebenarnya hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi tim.
Freddy mengatakan program latihan tim akan diliburkan satu minggu, yakni mulai 27 September hingga 4 Oktober mendatang untuk memberi kesempatan pemain dan ofisial tim merayakan lebaran. (ANT)


