Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Gaji Pemain Persebaya Lunas Sebelum Lebaran
Jumat, 19 September 2008 | 01:12 WIB
|
Share:

SURABAYA, KAMIS - Manajemen Persebaya Surabaya menjamin gaji seluruh pemain, pelatih, dan ofisial untuk bulan September yang hingga kini belum terbayar, akan dilunasi sebelum lebaran.

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan pengurus dan perwakilan klub anggota di Wisma Persebaya, Kamis (18/9) petang.

Saleh Mukadar mengakui kondisi keuangan Persebaya sedang menipis, sehingga belum mampu menyelesaikan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial tim yang jumlahnya mencapai sekitar Rp600 juta.

"Saya jamin sebelum lebaran, gaji pemain, pelatih, dan ofisial tim sudah tuntas. Kami sedang berusaha mencari pinjaman dana dari pihak ketiga," katanya.

Tertunggaknya gaji itu merupakan yang pertama dialami skuad Persebaya musim ini. Pada bulan-bulan sebelumnya, pembayaran gaji pemain dan pelatih selalu diselesaikan tepat waktu.

"Kalau memang belum ada dana, harus dibayar pakai apa? Tapi kami sudah memberi pengertian kepada seluruh pemain dan pelatih serta ofisial tim soal ini," tambah Saleh Mukadar.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur itu juga menegaskan bahwa lebaran kali ini, manajemen tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada skuad tim, kecuali staf dan karyawan Persebaya.

Saleh Mukadar juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengajukan usulan dana sekitar Rp13,5 miliar kepada Pemerintah Kota Surabaya, untuk menutupi kekurangan anggaran tim.

Sebenarnya, lanjut Saleh, total kebutuhan Persebaya untuk mengikuti kompetisi Divisi Utama musim 2008-09 mencapai Rp17 miliar. Namun, biaya peralatan dan kontrak pemain asing yang nilainya sekitar Rp3,5 miliar tidak disertakan dalam usulan tersebut.

"Usulan sudah kami sampaikan kepada Pemkot Surabaya dengan mekanisme pencairan melalui KONI. Kami berharap usulan itu bisa disetujui dewan (DPRD Surabaya), agar kondisi keuangan Persebaya kembali sehat," ujarnya.

Menyinggung kecemburuan sejumlah pengurus cabang olahraga soal usulan bantuan APBD itu, Saleh Mukadar mengatakan cabor sepakbola, khususnya Persebaya, tidak bisa disamakan dengan cabor lain dan harus mendapat perlakuan tersendiri dalam hal anggaran.

"Persebaya ini sudah menjadi ikon dan aset Kota Surabaya, sehingga sudah sewajarnya mendapat bantuan dana lebih besar dari cabor lain," jelas Saleh Mukadar yang juga Ketua Umum KONI Kota Surabaya itu.

Manajemen Persebaya menargetkan dalam waktu sekitar empat tahun ke depan, Persebaya sudah mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan APBD. (ANT)