


MILAN, SELASA - Krisis kemenangan yang sedang melanda AC Milan pada musim 2008/09 ini membuat Silvio Berlusconi pun sangat kecewa. Bahkan mantan presiden Rossoneri tersebut mengatakan, saat ini dia lebih tertarik untuk membicarakan posisinya sebagai perdana menteri Italia.
Pernyataan itu keluar dari mulut Berlusconi menyusul kekalahan 0-2 dari Genoa yang dialami Milan pada Minggu (14/9) malam. Pada pekan sebelumnya, salah satu raksasa Serie-A itu juga menanggang malu di kandang karena dipecundangi Bologna dengan skor 1-2.
Akibat hasil yang benar-benar sangat mengecewakan itu, pada Senin (15/9), pelatih Carlo Ancelotti dipanggil dan mengadakan pertemuan selama dua setengah jam dengan Vice President Adriano Galliani, serta orang penting lainnya seperti Ariedo Braida dan Leonardo. Mereka membicarakan tentang krisis itu.
Hasilnya, posisi Carletto--sebutan untuk Ancelotti--tetap aman, namun dia tidak boleh gagal lagi dalam pertandingan berikutnya. Milan diwajibkan meraih kemenangan pada giornatta 3 nanti.
Tentang kondisi tersebut, Berlusconi dimintai pendapatnya. Namun perdana menteri Italia tersebut tak bergeming, dan dia mengaku tidak tertarik untuk membicarakan tentang Rossoneri.
"Saya hanya fokus tentang Italia. Itu saja. Selain itu, saya buka lagi presiden Milan," ungkap Berlusconi kepada Porta a Porta, Selasa (16/9).
Beberapa bulan terakhir ini, Berlusconi mendapat tekanan dari fans Milan. Milanisti menilai, bekas presidennya tersebut sudah melupakan klub karena tak ikut mengontrolnya. (GL/LOU)

