


MANCHESTER, MINGGU - Pelatih Manchester City, Mark Hughes menyadari, harapan suporter sangat tinggi setelah klub itu dibeli pengusaha Uni Emirat Arab dan kini diperkuat Robinho. Namun, dia juga meminta publik bisa memaklumi bahwa klub sedang dalam proses. Dia juga menegaskan, tak cukup semalam untuk membuat City menjadi klub besar dan mampu bersaing merebut gelar juara Premier League.
Pernyataan itu dia sampaikan setelah City dikalahkan Chelsea 1-3 di kandang sendiri. Kekalahan tersebut menyisakan kekecewaan.
"Kami tim yang sedang dalam awal perkembangan. Tim ini masih sangat muda. Tak cukup semalam untuk membesarkan klub. Saya sadar, publik terlalu cepat berharap dan histeris dengan perkembangan klub akhir-akhir ini," kata Hughes.
City memang terlambat beraksi di bursa transfer. Klub itu baru dibeli Abu Dhabi United Group (ADUG) dua hari sebelum bursa transfer ditutup. Sehingga, mereka hanya sempat membeli Robinho sebagai nama besar.
"Sekarang, harapan publik begitu tinggi. Tapi, harus diingat kami hanya bisa memanfaatkan waktu sehari untuk membeli pemain berkelas guna menutupi kelemahan. Maka, kami akan memanfaatkan bursa transfer kedua pada Januari 2009 nanti," janjinya.
Mengenai permainan Robinho, banyak yang menilai dia tak seperti yang diharapkan. Setelah mencetak gol lewat tendangan bebas, Robinho seperti mati kutu. Namun, menurut Hughes, itu lebih karena dia butuh penyesuaian dan masih kelelahan.
"Publik sering kurang bisa memahami etika kerja. Sangat sulit buat Robinho berada dalam permainan terbaik, karena baru saja kembali dari Brasil tampil di kualifikasi Piala Dunia," jelasnya.
"Dia sebenarnya masih kelalahan, karena melakukan pertandingan berat. Namun, kami terpaksa memainkannya saat lawan Chelsea, karena sangat penting untuk memperkenalkannya terhadap Premier League. Kami merasa puas dengan keberadaannya dan proses perbaikan sedang berjalan," tambahnya. (AP)

