


LARNACA, MINGGU - Antonio Di Natale bisa disebut pahlawan Italia saat mencetak dua gol ke gawang Siprus di kualifikasi Piala Dunia 2010, Sabtu (6/9). Namun, pahlawan sesungguhnya bagi Azzurri adalah Gianluigi Buffon. Kiper Juventus inilah yang berkali-kali menyelamatkan gawangnya dari serangan Siprus dan menjadikannya Man of the Match.
Tampil dengan formasi penyerang lebih komplet, pelatih Marcello Lippi langsung menurunkan empat pemain yang beringas di lini depan, yakni Mauro Camoranesi, Antonio Di Natale, Luca Toni, dan Alberto Gilardino. Sayangnya, mereka seperti kesulitan menembus pertahanan lawan. Sebaliknya, Siprus yang kalah kelas justru membombardir gawang Buffon dengan serangkaian tendangan-tendangan mematikan.
Ini tentu mengejutkan Italia yang mengira Siprus akan lebih banyak mengambil inisiatif bertahan. "Itu sangat mengejutkan kami bahwa ternyata Siprus tidak bermain bertahan. Mereka ingin menguji akami dan menciptakan peluang dengan melebarkan serangan dan beberapa kali membahayakan kami," komentar Buffon soal pertandingan tersebut.
"Sangat jelas bahwa Siprus memiliki kondisi fisik lebih baik, dan yang lebih buruk kami kehilangan dua pemain di 15 menit awal karena cedera," kata kiper terbaik dunia itu.
Buffon mengakui, timnya juga banyak melakukan kesalahan-kesalahan dasar yang membuat lawan semakin percaya diri dan susah ditembus. Ia pun harus berulang kali jatuh bangun untuk membuat gawangnya tak terkoyak. "Awalnya banyak tendangan berbahaya dan aku tidak ingat mana yang penyelamatan paling sulit! Itulah gunanya seorang kiper, yakni siap (menjaga gawang) jika pemain lain cedera," kata Buffon.
Buffon juga mengakui bahwa taktik Lippi yang menurunkan Gennaro Gattuso di babak kedua sangat tepat. Ia melihat Italia sudah cukup bermain dengan tiga striker dan lebih banyak berkonsentrasi pada pertahanan di lini tengah.
Secara terpisah, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giancarlo Abete tidak dapat menerima penampilan Italia di pertandingan tersebut. Meski memaklumi bahwa saat ini banyak pemain yang cedera, ia berharap pada penampilan ke depan Italia sudah dapat memperbaiki penampilannya. "Italia tidak boleh mengalami hal ini lagi melawan tim sekelas Siprus, ini jelas bahwa kami harus mendongkrak kemampuan kami segera. Ini tidak dapat diterima," kata Abete. (CH4)

