


ROMA, JUMAT - Pemerintah Italia menegaskan, tak ada kompromi buat hooliganisme atau kekerasan dan kerusuhan di sepakbola negeri itu. Segala bentuk kekerasan di olahraga itu akan ditindak dengan tegas.
Hal itu ditegaskan Perdana Menteri Italia yang juga pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi, Kamis (4/9). Dia menyatakan hal itu menanggapi kekerasan yang dilakukan suporter Napoli, setelah timnya ditahan AS Roma 1-1 pekan lalu. Mereka merusak gerbong kereta. Federasi sepakbola Italia (FIGC) sudah menghukum suporter Napoli tak boleh menyaksikan pertandingan tandang timnya.
"Kami tak akan mentoleransi siapa pun yang melakukan kekerasan dan kriminal, apalagi yang menimbulkan kerusuhan dan kekacauan," tegas Berlusconi.
Beberapa media massa memberitakan, FIGC sekarang sedang menggodok keputusan untuk menutup stadion Napolo, San Paolo, untuk beberapa pertandingan. Jika keputusan itu dijatuhkan, Napoli kemungkinan akan bermain di kandang sendiri tanpa penonton dalam beberapa partai. Meski begitu, Berlusconi mengatakan, tidak adil juga menghukum klub, sementara yang melakukan kekerasan adalah suporternya.
"Saya kira Napoli tak harus dipersalahkan, meski mereka memiliki tanggung jawab tak langsung kepada suporternya," katanya.
Italia memang sedang memiliki masalah dengan suporter sepakbola. Berderet kasus kekerasan dan kerusuhan yang dilakukan suporter semakin banyak saja. Tahun lalu, seorang polisi dan suporter Lazio tewas dalam insiden yang berbeda. (AP)

