Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Jelang Piala Super Spanyol
Madrid Bertekad Juara Piala Super
Sabtu, 23 Agustus 2008 | 20:36 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES
Defender Real Madrid, Sergio Ramos, berusaha mencetak gol dengan sundulan, tapi mampu diselamatkan kiper Valencia, Timo Hildebrand. Ini terjadi di leg pertama. Di leg kedua, pertarungan diperkirakan lebih ketat.

TERKAIT

MADRID, SABTU - Real Madrid bertekad menjuarai Piala Super Spanyol, meski pada leg pertama kalah 2-3 dari Valencia. Pada pertandingan kedua di Santiago Bernabeu, Minggu (24/8), Madrid siap mengejar ketinggalan.

Madrid hanya butuh hasil 1-0 untuk memenangkan Piala Super Spanyol. Namun, beban Valencia juga cukup ringan. Dengan hasil seri, Valencia bakal berhap tampil sebagai juara.

Sebelum pertandingan, pemain dan semua suporter akan berdoa sejenak untuk 153 korban kecelakaan pesawat di Bandara Madrid, pekan lalu. Dari sekian korban, termasuk pula ibu pemain junior Madrid, Martin Kozhuharov. Selain itu, putri mantan pemain Barcelona, Juan Carlos “Rojo” Perez, juga menjadi korban.

Madrid memang sangat bernafsu menjuarai turnamen tahunan tersebut. Bukan sekadar sebagai pemanasan, tapi juga menambah kehormatan klub tersebut. El Real belum pernah juara Piala Super Spanyol sejak 2003.

Saat itu, Madrid juga tertinggal lebih dulu dari Real Mallorca. Namun, mereka akhirnya juara, setelah menang 3-0 di leg kedua berkat penampilan gemilang David Beckham.

"Kami harus menjaga konsentrasi kami dan harus mengawali kemenangan dalam pertandingan lawan tim yang bagus. Tampil di kandang sendiri, kami harus melakukan segala hal dengan benar," kata defender Madrid, Pepe.

Madrid akan menurunkan tim terbaiknya. Bahkan, Robinho yang baru saja minta dijual sebelum transfer window berakhir pada 31 Agustus nanti, juga masuk dalam daftar 18 pemain. Jika dia tampil, kemungkinan akan banyak dihujat oleh suporter Madrid.

Presiden Madrid, Ramon Calderon sudah menegaskan, Robinho diberi izin untuk mengakhiri kontraknya. Namun, dia juga harus membeli masa kontrak yang tersisa dan nilainya bisa mencapai 150 juta euro (sekitar Rp2 triliun).

Bagi Valencia, penampilannya di Madrid akan menjadi pengalaman pertama setelah mereka menjuarai Copa del rey, 16 April lalu. Saat itu, Valencia mengalahkan Getafe 3-1 di Stadion Vicente Calderon.

Valencia juga tak akan membiarkan Madrid juara. Sudah mengantongi kemenangan, mereka tak ingin membuang peluang besar. Apalagi, gelar tersebut akan sangat bermanfaat untuk menaikkan moral Valencia yang musim lalu porak-poranda.

"Kami sangat ambisius dan akan tampil habis-habisan. Kami akan bermain dengan sikap siap memenangkan pertandingan," kata gelandang Valencia, Ruben Baraja.

Pelatih Valencia, Unai Emery berharap timnya akan sukses di tangannya. Kemenangan atas Madrid di leg pertama adalah awal kesuksesan dan dia ingin hal itu terus berlanjut.

"Madrid akan mengubah strategi di Santiago Bernabeu dan akan menjadi tim yang lebih banyak menekan. Kami ingin bermain dengan cara yang sama baik saat kandang maupun tandang. Tapi, hal itu tak selalu mudah," aku Emery.

Seperti di leg pertama, Emery kemungkinan akan menempatkan Vicente Rodriguez sebagai pemain cadangan sekaligus senjata yang disembunyikan. Dia mencetak gol kemenangan 3-2 di leg pertama dan diharapkan akan memberi kontribusi besar lagi jika diturunkan.

Sementara itu, tim Madrid juga makin lengkap. Defender Fabio Cannavaro yang cedera sejak Euro 2008, kini sudah sembuh dan siap diturunkan. Hanya saja, Madrid tetap tanpa gelandang Wesley Sneijder karena cedera. Sementara Fernando Gago (Argentina), dan Marcelo (Brasil) masih butuh istirahat setelah membela timnas mereka di Olimpiade. Sedangan defender Michel Salgado, Christoph Metzelder, dan Javier Saviola dalam kondisi meragukan. (AP)