


SHANGHAI, JUMAT - Brasil menyabet medali perunggu cabang sepakbola putra di Olimpiade Beijing 2008. Pada pertandingan play-off di Shanghai Stadium, Jumat (22/8), Selecao yang tampil agresif sejak awal pertandingan menang 3-0 atas Belgia.
Jo dan Diego jadi bintang kemenangan Brasil. Diego mengawali pesta tim besutan Carlos Dunga itu pada menit ke-27, sebelum Jo menambah dua gol, masing-masing pada pengujung babak pertama dan menjelang pertandingan usai.
Hasil ini bisa menjadi pelipur lara bagi Ronaldinho dan kawan-kawan. Pasalnya, mereka gagal mewujudkan ambisi untuk menjadi juara di Olimpiade. Padahal, Ronaldinho dan kawan-kawan datang ke Beijing ini dengan target untuk meraih emas, sekaligus mengakhiri paceklik gelar selama berpartisipasi di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.
"Untuk keempat kalinya kami meraih medali bagi Brasil di Olimpiade, dan kami sangat bahagia mendapatkannya," ungkap Dunga usai pertandingan.
Memang, Brasil mengusung target yang sangat besar saat ikut Olimpiade 2008 ini. Menyertakan Ronaldinho yang dua kali menyabet gelar Pemain Terbaik Dunia, negara yang sudah lima kali menjadi juara Piala Dunia tersebut sangat berharap mendapatkan emas yang belum pernah mereka raih.
Awalnya, semua berjalan mulus karena sejak babak penyisihan mereka bisa menorehkan hasil memuaskan. Namun di babak semifinal, Selecao tak berkutik ketika menghadapi Argentina yang berstatus juara bertahan. Ronaldinho dkk dibantai 0-3, sehingga mereka hanya bisa mengikuti play-off untuk memperebutkan perunggu.
Menghadapi Belgia yang di semifinal ditaklukkan Nigeria 4-1, Brasil bermain penuh percaya diri. Tak seperti saat dipecundangi Argentina di mana mereka lebih banyak bertahan, kali ini tim kuning-biru tersebut tampil agresif sejak wasit Thomas Einwaller meniup peluit kick-off.
Kerja keras tim Samba itu membuahkan hasil pada menit ke-27. Diego memaksimalkan umpan silang Rafinha dari sektor kanan karena dia lebih dulu menyambar bola sebelum bek Tom de Mul menghalaunya. Alhasil, si kulit bundar meluncur ke sisi kanan gawang tanpa bisa dihalau kiper Logan Bailly.
Saat babak pertama akan usai, Jo menggandakan keunggulan Brasil. Dia melesakkan bola yang bergulir di antara kedua lengan Bailly. Memasuki injury time babak kedua, pemain yang menggantikan posisi Thiago Neves--Neves tak bisa bermain karena terkena larangan akibat terkena kartu merah saat lawan Argentina--tersebut mencetak gol keduanya untuk melengkapi kemenangan Indonesia jadi 3-0.
Sebenarnya, Belgia yang mengincar medali pertamanya sejak menyabet emas di Olimpiade Antwerp 1920, juga memberikan perlawanan sengit. Tim besutan Jean Francois de Sart itu beberapa kali mendapat peluang, namun tak berhasil menciptakan gol balasan.
"Saya pikir, kami memang layak tampil di babak empat besar. Dan hari ini, kami bermain bagus karena bisa mendapat cukup banyak peluang meskipun melawan Brasil yang merupakan tim besar dengan pemain hebat. Jika kamu membandingkan nilai dari para pemain Brasil dan Belgia, maka terdapat perbedaan yang besar. Namun di atas lapangan hari ini, kamu tak melihat perbedaan tersebut," ungkap De Sart. (AP/LOU)

