Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Buntut Kekecewaan terhadap Pelatih
Sebastian Frey Pensiun dari Timnas
Jumat, 22 Agustus 2008 | 01:10 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES/GRAZIA NERI
Sebastian Frey

TERKAIT

FLORENCE, JUMAT - Penjaga gawang Perancis, Sebastien Frey mengambil keputusan mengejutkan dengan menyatakan pensiun dari pertandingan internasionalnya. Kiper yang kini membela Fiorentina itu kecewa karena selalu dinomorduakan pelatih Raymond Domenech.

Usia Frey sebetulnya masih tergolong muda untuk ukuran kiper. Ia masih berumur 28 tahun dan selama ini baru dua kali menjalani pertandingan bersama Les Bleus. Di Euro 2008 lalu, ia masuk dalam skuad bentukan Domenech, tapi sama sekali tidak diturunkan. Domenech lebih memilih Gregory Coupet di bawah mistar tim "Ayam Jantan".

Setelah Coupet pensiun dari timnas, kesempatan Frey menjadi kiper utama sebetulnya terbuka lebar. Namun, Domenech lagi-lagi menyingkirkannya. Pada partai persahabatan lawan Swedia, Rabu (20/8), Domenech kembali membuat keputusan kontroversial dengan memilih Steve Mandanda dari Olympique Marseille sebagai kiper utama. Kiper kedua yang dipilihnya adalah pemain muda dari Lyon, Hugo Lloris.

"Setelah memikirkannya dalam waktu lama, aku memilih mengumumkan bahwa dengan adanya staf teknis Perancis saat ini, aku memutuskan untuk mencurahkan seluruh waktuku untuk Fiorentina. Aku tidak ingin semua ini terdengar seperti tidak menghormati pelatih saat ini, tapi sungguh aku tidak ingin menjadi pemain pilihannya," kata Frey seperti dikutip ANSA.

Ungkapan Frey ini sekaligus menguatkan pernyataannya pekan lalu. Ketika itu, ia berkali-kali menyebutkan ingin berhenti dari timnas karena Domenech selalu mencampakkannya. Ia menjadi pemain kedua yang berlaga di Serie-A yang menyatakan pensiun ketika timnas dibesut oleh Domenech. Sebelumnya, striker Juventus, David Trezeguet juga memilih berhenti dari laga internasional karena tidak dimasukkan tim Les Blues. (GL)

Keputusan ini tentu saja makin menyudutkan posisi Domenech yang berkali-kali membuat keputusan kontroversial. Di Euro 2008 lalu, ia disalahkan karena membuat taktik bermain yang nyeleneh. Keputusannya tidak memanggil Trezeguet, Mathieu Flamini, Bacary Sagna, dan Gael Clichy juga dianggap keterlaluan.