Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Berbatov: Impianku di MU, Biarlah Aku Pergi
Selasa, 19 Agustus 2008 | 03:04 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES
Striker Tottenham Hotspur, Dimitar Berbatov, resah menunggu kepastian masa depannya.

TERKAIT

LONDON, SELASA - Hasyrat Dimitar Berbatov untuk pindah ke Manchester United (MU) sudah tak terbendung lagi. Maka, dia berharap Tottenham Hotspur melepaskannya dan mempermudah jalan MU membelinya. Apalagi, impiannya bersama MU.

Pemain asal Bulgaria ini memang menjadi target pembelian MU di jendela transfer kali ini. Dikabarkan, MU sudah menawar 20,5 juta pounds (sekitar Rp354,9 miliar). Itu sudah termasuk harga yang sangat tinggi. Namun, Tottenham menolaknya, hingga transaksi tak segera terwujud.

Ada spekulasi, Tottenham menghendaki harga yang lebih tinggi. Klub London itu berharap mendapatkan dana besar agar bisa membeli Andrei Arshavin dari Zenit St. Petersburg.

Menjelang memperkuat negaranya melawan Bosnia-Herzegovina dalam pertandingan persahabatan, Berbatov kembali menegaskan keinginannya untuk pindah ke MU. Dia juga mengatakan, dirinya cukup frustrasi kala Tottenham dikalahkan Middlesbrouh dan dia berada di bangku cadangan.

"Aku sekarang pemain Tottenham, tapi tak ada seorang pun tak setuju dengan keinginanku untuk mengikuti mimpiku. Jika aku tertawa saat menjadi pemain cadangan, orang akan mengiraku sebagai idiot," katanya.

"Eric Cantona tak pernah tersenyum. Tapi, aku tak tahu apakah pernah ada seseorang yang menanyakan kepadanya, kenapa dia tak terlihat bahagia," lanjutnya, menggambarkan dirinya yang kini mulai kehilangan senyum dan tawanya.

Padahal, jendela transfer akan segera berakhir. Khusus Inggris, penutupan transfer diundur sehari menjadi 1 September malam.

Agen Berbatov, Emil Dantchev mengatakan, "Kami masih memiliki waktu dua minggu sebelum jendela transfer ditutup. Maka, saya kira ini akan menjadi minggu-minggu yang penting."

"Aku telah membaca pernyataan pelatih MU, Sir Alex Ferguson, bahwa dia membutuhkan striker tambahan. Aku berharap striker itu adalah Dimitar Berbatov," tambahnya. (SCN)