


JAKARTA, JUMAT-Setelah sempat mengumumkan akan menayangkan siaran langsung Liga Inggris musim 2008-2009, secara tiba-tiba website www.aoratv.com tidak bisa diakses.
Seperti diberitakan KOMPAS.com, Jumat (15/8) siang, situs www.aoratv.com menampilkan "Mau Nonton Liga Inggris Live? Saksikan Hanya di aoratv.com", namun sejak sore hingga saat berita ini diturunkan website www.aoratv.com, tidak lagi menampilkan pengumuman itu. "Site is temporary under construction," begitulah yang sekarang tertulis di situs www.aoratv.com.
Tidak jelas apakah hal ini disengaja oleh pengelola Aora TV ataukah ulah cracker. KOMPAS.com mencoba menghubungi telepon seluler Presiden Direktur (Presdir) Aora TV Ongki Soemarno. Namun telepon tidak diangkat dan SMS tidak dibalas. Sebelumnya, dalam situs www.aoratv.com dicantumkan cara berlangganan.
Petugas yang mengangkat telepon membenarkan bahwa nomor itu merupakan nomor perwakilan Aora TV di Surabaya dan meminta KOMPAS.com menghubungi customer service pusat di Jakarta dengan nomor telepon 080441666888. Petugas di Jakarta pun tidak dapat memastikan kapan siaran tersebut mulai.
Dengan tidak berfungsinya situs aoratv.com, membuat kepastian penayangan Liga Inggris di Indonesia semakin tidak menentu. Sebelumnya, pemegang hak siar Liga Inggris, Astro Indonesia, sudah menyatakan tidak akan menayangkan lagi liga sepakbola terbaik di dunia itu.
Sebelumnya KOMPAS.com mendapat email berantai yang berbunyi "Dengan ini kami informasikan bahwa www.aoratv.com adalah BUKAN website resmi AORA. Segala informasi yang disampaikan dalam website tersebut adalah BUKAN informasi resmi dari AORA/PT. Karyamegah Adijaya. AORA tidak termasuk dalam Group Lippo, dan Sampai saat ini kami baru mengeluarkan Paket Perdana Terbatas Olimpiade. Apabila ada paket lain yang akan kami keluarkan, akan kami informasikan di www.aora.tv, website resmi AORA"
Beberapa pecinta Liga Inggris mengaku kecewa dengan situasi yang tidak menentu. Edi, pelanggan Astro di Kemang, mengaku bingung dengan situasi ini dan ingin penjelasan resmi dari Astro dan Aora. "Ini sudah menyangkut masalah konsumen, seharusnya lembaga konsumen dan DPR harus turun tangan," ungkap Edi.


