Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Pemerintah Serius Garap Industri Kreatif
Hindra | Jumat, 08 Agustus 2008 | 13:40 WIB
|
Share:
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Stan "recycle experience" di arena Urbanfest 2008, Minggu (29/6), menampilkan hiasan dan mainan yang terbuat dari barang limbah.

TERKAIT

JAKARTA, JUMAT - Potensi industri kreatif di Indonesia sangat menjanjikan. Saat ini, industri kreatif telah menyumbang enam persen dari produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan berkontribusi sembilan persen dari total nilai ekspor Indonesia. Industri ini juga telah menyerap lima persen dari total angkatan kerja.

Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Jumat (8/8), saat berbicara mengenai industri kreatif di Indonesia pada acara Indonesia ICT Awards 2008 di Jakarta Convention Center. "Dalam lima tahun ke depan, saya berharap industri kreatif dapat menyumbang delapan persen dari PDP nasional, dan menyerap tujuh persen dari angkatan kerja," tuturnya.

Menurut Mari, Depdag telah menggolongkan 14 industri yang termasuk dalam industri kreatif, sepert industri musik, seni pertunjukan, animasi, desain, arsitektur, fashion, dan lain sebagainya. "Cikal bakal industri kreatif adalah sumber daya manusia (SDM). Saya yakin, SDM Indonesia dalam industri kreatif tidak terkalahkan oleh negara lain. Budaya dan seni telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat," tuturnya.

Mari berharap, industri kreatif bukan hanya made-in Indonesia, tetapi juga created in Indonesia. Artinya, SDM Indonesia tidak hanya mengerjakan merek-merek industri kreatif luar negeri, tetapi juga menciptakan produk dalam negeri yang berkualitas. "Pemerintah memiliki target yang sangat ambisius, yaitu berhasil mendaftarkan dan mematenkan 200 merek asli Indonesia," tuturnya.

SDM industri kreatif Indonesia pun perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat, karena SMD tersebut adalah ujung tombak industri tersebut.