


MADRID, JUMAT - Real Madrid sedang mempertimbangkan untuk membuat penawaran fantastis kepada striker Valencia, David Villa. Striker timnas Spanyol yang tampil memesona di Piala Eropa 2008 bulan Juni lalu itu akan dihargai sebesar 40 juta euro (sekitar Rp 571,86 miliar).
Sampai saat ini, Los Merengues masih tetap ngotot untuk menggaet winger Manchester United, Cristiano Ronaldo. Namun, usaha raksasa Spanyol tersebut belum menunjukkan tanda-tanda positif sehingga presiden Ramon Calderon sudah tak sabar lagi.
Tak ingin kehilangan simpati dari Madridistas--sebutan untuk suporter Real--, Calderon berusaha mencari pemain bintang lain yang mungkin direkrut ke Santiago Bernabeu. Ternyata, Villa dinilai menjadi alternatif yang paling tepat karena pemain tersebut telah menunjukan kapasitasnya sebagai striker haus gol.
Sebenarnya, Valencia tak punya rencana untuk menjual semua pemain bintangnya ketika Juan Villalonga mengendalikan klub tersebut. Dia juga menegaskan, Villa dan David Silva yang menjadi incaran beberapa klub elite Eropa--dua pemain ini tampil sangat mengesankan di Piala Eropa 2008--tak punya niat untuk meninggalkan Mestalla.
Namun ketika Vicente Soriano mengambilalih, semua rencana tersebut berubah. Untuk menutupi krisis keuangan yang sedang menimpa, Valencia akan menjual beberapa pemain bintangnya dengan harga tinggi, agar kas klub dengan sebutan El Che itu bisa seimbang lagi.
"Kami tidak bisa menjamin kepada siapa pun bahwa kami takkan menjual satu dari beberapa pemain bintang yang ada saat ini," ungkap Soriano pada awal pekan ini.
Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan Real. Karena kisah transfer Ronaldo belum ada titik terang dan mereka sudah mendapat tekanan, baik dari beberapa direktur maupun suporter, maka Los Blancos mengalihkan sasarannya kepada Villa.
Striker tersebut menjadi pusat perhatian pada Piala Eropa 2008. Pada turnamen empat tahunan yang diselenggarakan di Austria-Swiss bulan Juni lalu, Villa menjadi top skor dengan koleksi enam gol--termasuk hat-trick ke gawang Rusia di partai perdana penyisihan grup.
Padahal, di kompetisi domestik musim lalu kiprahnya tak terlalu mentereng. Meskipun Villa tetap tajam untuk merobek jala lawan, tetapi prestasi Valencia sangat memprihatinkan karena mereka nyaris terdegradasi--walaupun juara Copa del Rey--, yang berbuntut pada pemecatan kepada pelatih Ronald Koeman. (GL/LOU)

