


ZURICH, KAMIS - Presiden FIFA, Sepp Blatter menegaskan, semua klub wajib melepaskan pemain U-23 ke turnamen empat tahunan tesebut. Keputusan dari Blatter itu muncul setelah dua klub Jerman, Schalke 04 dan Werder Bremen, mengirimkan surat komplain atas kepergian pemainnya ke Olimpiade.
Rafinha (22 tahun) dari Schalke dan Diego Ribas (23) dari Werder sama-sama mangkir dari latihan pramusim dan bergabung dengan timnas Brasil. Keduanya menolak mengikuti anjuran klub untuk tidak meninggalkan sesi latihan bersama dan nekat pergi menemui pemain lain di timnas.
Blatter kemudian menanggapi kasus ini dengan mengirimkan surat kepada semua anggotanya, Rabu (23/7). Dalam surat itu, Blatter menyebutkan, "Melepas pemain di bawah usia 23 selalu menjadi kewajiban semua klub. Prinsip ini juga berlaku untuk Beijing 2008."
Tentang ketentuan FIFA yang membolehkan klub untuk tidak melepaskan pemainnya ke Olimpiade dengan alasan Olimpiade bukanlah agenda internasional, Blatter mengatakan hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk melepas pemain. "Hal itu tidak berarti bahwa tidak ada kewajiban untuk melepas pemain dari klub bersangkutan," tambahnya.
"Adalah hal yang bertentangan dengan semangat Olimpiade (jika ada klub yang) menghalangi pemain U-23, yang sebenarnya merupakan skuad inti dalam turnamen sepak bola pria Olimpiade, untuk ambil bagian dalam fase final event tersebut," tulis Blatter dalam suratnya.
Blatter menambahkan, kewajiban itu tidak berlaku bagi klub terhadap pemain di atas 23 tahun. Untuk pemain di usia tersebut, klub memiliki wewenang untuk melarang atau membolehkan maksimal pemainnya ke Olimpiade. Hal ini seperti dilakukan Liverpool terhadap Javier Mascherano (24) yang akan memperkuat Argentina.
Dengan keputusan ini, Schalke dan Werder seharusnya membolehkan Rafinha dan Diego berangkat ke China dan berlaga selama Agustus mendatang. Hal ini seperti dilakukan oleh Manchester United yang melepas Anderson (20) bermain bersama timnas Brasil.
Keputusan Blatter ini tampaknya akan mendapat tentangan dari klub-klub anggota. Werder Bremen menegaskan akan mengajukan masalah ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, demikian pula Schalke. Keduanya bersikukuh menyatakan bahwa Olimpiade tidak termasuk dalam agenda internasional dan mereka berhak menahan pemainnya. Sementara itu, Barcelona pun berencana mengabaikan imbauan FIFA tersebut. (SCN)

