


MILAN, JUMAT - Suksesnya AC Milan merekrut Ronaldinho bisa dikatakan ada unsur keberuntungan. Sebab, sebelumnya Manchester City juga sangat serius mengejarnya. Bahkan, klub Inggris itu berani membayar mahal kepada Barcelona, pun bersedia memberi gaji sangat tinggi.
Bahkan, Presiden Barcelona, Joan Laporta, sempat menyatakan akan menjual Ronaldinho ke City daripada ke Milan. Namun, di saat-saat genting itu, Milan langsung membuat manuver. Sementara City tak juga melakukan pendekatan lebih serius.
City dikabarkan siap membeli Ronaldinho dengan harga fantastis, 22 juta pounds (sekitar Rp402,2 miliar). Klub itu juga siap membayar Ronaldinho dengan gaji 200.000 pounds (sekitar Rp3,6) per minggu.
Milan jelas tak berani menyaingi tawaran tersebut. Bahkan, jauh hari Milan sudah menyatakan terlalu mahal buat membeli Ronaldinho. Namun, keinginan memiliki Pemain Terbaik Dunia 2004 dan 2005 sangat kuat. Sebaliknya, Ronaldinho sendiri memilih bergabung dengan Milan daripada City. Selain sejak lama suka Milan, sejarah klub itu juga sangat besar.
Maka, dia berani mengorbankan diri dengan menerima bayaran lebih rendah di Milan. Keinginannya bergabung dengan Milan lebih besar daripada sejumlah uang yang bakal menyesaki rekeningnya. Lagi pula, Milan akan memberinya izin untuk membela Brasil di Olimpiade Beijing, Agustus nanti.
"Sebenarnya tawaran kami jauh lebih rendah daripada jumlah yang ditawarkan Manchester City. Tapi, kami mampu memenangkan perebutan ini setelah Ronaldinho melakukan pengorbanan dengan menurunkan bayaran dan hak dari transfer fee," jelas Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, yang datang sendiri ke Barcelona untuk bernegosiasi dengan presiden klub itu serta Ronaldinho.
Milan akhirnya membeli Ronaldinho dengan harga hanya 18,5 jjuta euro (sekitar Rp225,4 miliar). Nilai itu hampir separo di bawah tawaran City. Namun, proses transfer menjadi lancar, karena Ronaldinho bersedia mendapat prosentase yang lebih sedikit dalam transfer itu. Sehingga, Barcelona pun juga setuju, karena sang pemain sendiri ngotot lebih suka ke Milan.
"Pengorbanan Ronaldinho itu menjadi faktor utama kesuksesan kami mentransfernya. Dia telah membuktikan bersedia membatasi tuntutannya, daripada mengejar bayaran besar dari City. Jika akhirnya dia ke Milan, itu lebih karena dia memang ingin bergabung dengan klub ini," ungkap Galliani.
"Kami juga menghormati keinginannya untuk bermain di Olimpiade. Tak masalah. Yang pasti, Ronaldinho memilih Milan, salah satunya juga ingin kembali menjadi pemain terbaik lagi. Dan, dia memiliki kesempatan lebih besar bersama klub ini. Kami pun akan membuat segalanya kondusif agar dia bisa menjadi pemain terbaik lagi," tegas Galliani. (CH4)


