Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Zidane Rekomendasikan Deschamps Latih Perancis
Senin, 23 Juni 2008 | 01:32 WIB
|
Share:

VIENNA, MINGGU - Perancis gagal total di Piala Eropa 2008. Langkah tim "ayam jantan" itu terhenti di putaran pertama karena tak bisa meraih kemenangan di babak penyisihan Grup C, di mana mereka hanya bermain imbang tanpa gol melawan Rumania sebelum dipecundangi Belanda 1-4 dan kalah 0-2 dari Italia di partai terakhir.

Tak ayal muncul spekulasi bahwa pelatih Raymond Domenech akan dipecat dan Didier Deschamps menjadi calon terkuat suksesornya. Benarkah berita itu?

Zinedine Zidane membenarkannya. Bahkan mantan bintang Perancis yang sukses membawa Les Bleus jadi juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 itu merekomendasikan kepada federasi sepakbola negaranya agar memilih Deschamps untuk menggantikan Domenech yang kemungkinan resmi dipecat pada 3 Juli nanti.

"Hal itu (pemecatan,red) akan diputuskan pada 3 Juli nanti dan kita akan melihat apakah ada pelatih baru atau tidak. Tetapi yang pasti, ada calon pengganti pelatih lama, yakni Didier Deschamps, yang sangat potensial. Dia mengenal tim ini, dia sangat memahami sepakbola dan saya pikir suatu saat dia layak menjadi pelatih timnas," ungkap Zidane yang gantung sepatu setelah Piala Dunia 2006, Minggu (22/6).

Ada alasan mendasar mengapa Zidane menganjurkan agar Deschamps menjadi calon pengganti. Pasalnya, dia (Deschamps,red) telah menunjukkan kesuksesan, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.

Zidane sangat mengenal Deschamps. Mereka pernah sama-sama memperkuat Les Bleus ketika menjadi juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Dua orang ini juga sempat bekerja sama di klub Juventus pada akhir tahun 1990-an.

Sedangkan di level pelatih, Deschamps telah membuktikan kemampuannya saat menangani AS Monaco dan Juventus. Bahkan, Deschamps sukses membawa kembali Juventus promosi lagi ke Serie-A pada tahun 2007 setelah pada musim sebelumnya tim itu terdegradasi akibat hukuman karena terlibat skandal pengaturan skor alias Calciopoli.

Dalam kesempatan itu, Zidane juga berusaha menghibur hati para pendukung dan juga tim Perancis. Dia berharap, para pemain tak larut dalam kesedihan karena tersingkir lebih awal dari ajang Piala Eropa, namun mereka harus segera mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

"Harapan orang terlalu tinggi terhadap tim ini. Karena itu, mereka pasti sangat kecewa ketika melihat tim ini pulang ke rumah lebih awal, dan tak pernah meraih kemenangan. Saya pikir, kami harus segera melupakan kegagalan ini untuk persiapan menghadapi tahun 2010," jelasnya.

"Saya yakin, Perancis memiliki generasi yang hebat karena ada beberapa pemain bagus dan berbakat. Saya pikir, Perancis akan segera bangkit dari keterpurukannya. Mari kita lihat mereka pada tahun 2010 nanti," pungkas pemain keturunan Aljazair itu. (GL/LOU)