

MANCHESTER, RABU - Stadion City of Manchester menjadi saksi munculnya juara baru Piala UEFA. Di markas klub Manchester City ini, Zenit St Petersburg menorehkan tinta emas dalam sejarahnya karena mereka untuk pertama kalinya merengkuh trofi Eropa, meskipun Piala UEFA hanyalah kompetisi nomor dua di benua biru tersebut.
Pada partai final yang berlangsung Rabu (14/5) malam atau Kamis (15/5) dinihari WIB, Zenit secara meyakinkan menang 2-0 atas Glasgow Rangers. Gol-gol kemenangan klub asal Rusia itu disumbang oleh Igor Denisov pada menit ke-72, disusul Konstantin Zyrianov saat injury time.
Tak hanya itu, kemenangan dengan skor cukup besar itu juga melengkapi kesuksesan Zenit sebagai tim yang mengusung sepakbola menyerang. Pasalnya, dalam perjalanan menuju City of Manchester tersebut, Zenit yang lebih dulu menggulingkan klub-klub elite Eropa seperti Marseille, Bayer Leverkusen dan Bayern Munich itu mencetak gol dengan jumlah besar (agregat 4-1 atas Leverkusen dan agregat 5-1 atas Bayern).
Bermain di tanah Inggris yang merupakan "rumah" kedua Rangers, Zenit tetap menampilkan permainan agresif. Tanpa Pavel Pogrebnyak yang merupakan top skornya--cetak 10 gol di Piala UEFA--, tim besutan Dick Advocaat tersebut memberikan ancaman serius kepada wakil Skotlandia itu.
Meskipun demikian, Zenit kesulitan menembus barikade pertahanan Rangers yang memang terkenal rapat dan kokoh. Alhasil, babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Zenit tetap memainkan pola menyerang. Denisov akhirnya memecah kebuntuan timnya ketika dia mengoyak jala Rangers pada menit ke-72. Setelah menerima umpan terobosan dari playmaker Andrei Arshavin, gelandang Zenit itu mampu mengecoh kiper Neil Alexander.
Tertinggal, Rangers yang untuk pertama kalinya tampil lagi di final kompetisi Eropa setelah menjuarai Piala Winners tahun 1972 mulai berani menyerang. Namun, usaha mereka justru berakhir tragis karena gawang mereka kebobolan lagi pada injury time lewat gol Zyrianov sehingga skor akhir 2-0.
Dengan demikian, Zenit mengulangi kesuksesan tim Rusia, CSKA Moscow, yang meraih trofi tersebut pada musim 2004/05. Namun, mereka pasti merasa lebih bangga karena menjadi satu-satunya tim yang menjadi juara setelah melalui babak kualifikasi kompetisi ini. (UEFA/LOU)


