Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Riise: Gol Bunuh Diri Hancurkan Hatiku
Kamis, 24 April 2008 | 19:19 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES
john Arne Riise tampak terpukul setelah membuat gol bunuh diri ke gawang rekannya, Pepe Reina.

LIVERPOOL, KAMIS - John Arne Riise mengungkap kepedihannya setelah mencetak gol bunuh diri, saat Liverpool menghadapi Chelsea di pertandingan pertama semifinal Liga Champions. Gara-gara gol itu, Liverpool ditahan 1-1 dan posisinya makin berat untuk ke final Liga Champions.
 
Menurutnya, gol bunuh diri itu seketika telah menghancurkan hatinya. Pertandingan sudah memasuki injury time pada menit ke-94 lebih 18 detik dan Liverpool unggul 1-0. Harusnya, wasit sudah mengakhiri pertandingan karena tambahan waktu hanya empat menit. Namun, Chelsea masih dalam keadaan menyerang. Sebuah umpan silang ke depan gawang Pepe Reina akan dibuang Riise dengan kepalanya. Sayangnya, bola justru menjebol gawang rekannya sendiri.

Itu yang akan memberatkan Liverpool dalam perjuangannya ke final. Setidaknya, Liverpool juga harus mampu mencetak gol di kandang Chelsea dallam pertandingan kedua dan menghindari kekalahan. Meski hatinya hancur, Riise bertekad akan membayar kesalahan itu jika dipasang pelatih Rafael Benitez.

"Apa yang bisa kukatakan? Aku benar-benar malu dan rasanya hatiku hancur. Kadang-kadang, Anda mengalami hal seperti ini. Sebagai seorang defender, hal ini sering terjadi dan kali ini insiden memalukan itu terjadi kepadaku," sesal Riise.

"Tapi, saya sadar mentalku cukup kuat. Persoalannya sekarang bagaimana mengembalikan kepercayaan diri. Aku pernah mengalami hal yang lebih buruk. Aku akan mengambil banyak pelajaran dari kasus ini," tambahnya.

"Aku benar-benar sangat menyesal atas hal itu. Tapi, aku tak seharusnya bingung dan menggantung kepalaku. Aku justru harus mengambil hal positif dari hal ini," katanya.

Ini bukan yang pertama dialami Riise. Sebelumnya, dia juga pernah mencetak gol bunuh diri saat melawan Lutton di Piala FA. Namun, gol bunuh diri kali ini benar-benar membuatnya hancur dan terpukul, sampai-sampai dia tak mau berbicara kepada siapa pun, termasuk adiknya Bjorn Helge Riise yang bermain di Lillestorm.

"Setelah partai Liverpool lawan Chelsea, aku mencoba mengontak John Arne Riise. Tapi, dia menjawab dengan mengirim SMS dengan bunyi, 'Aku tak mau bebicara dengan siapa pun.' Aku sempat kecewa. Maka aku balas dengan SMS juga agar dia memberi waktu setidaknya dalam dua hari untuk bicara," terang Bjorn Helge Riise.

Masa depan Riise sendiri di Liverpool belum jelas. Dengan kasus gol bunuh diri itu, bisa jadi dia tak akan diperpanjang kontraknya. Dia masih terikat kontrak sampai tahun depan, tapi hingga kini belum ada tanda-tanda Liverpool akan memperpanjangnya. Padahal, dia masih ingin bersama Liverpool.

"Aku berharap dan masih percaya dengan kontrakku di Liverpool. Tapi, aku tak tahu pasti tentang masa depanku di sini. Aku tinggal menyisakan kontrak satu tahun dan sampai sekarang klub belum mengindikasikan akan memperpanjangnya," jelas Riise.

Sejauh ini, ada beberapa klub yang tertarik memilikinya. Newcastle united dan Aston Villa termasuk yang ingin mengontraknya. Namun, Riise enggan berspekulasi tentang ketertarikan klub lain, karena masih berharap akan dipertahankan Liverpool. (AP)