Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Moggi: Sepakbola bukan untuk Homoseksual
Senin, 21 April 2008 | 23:03 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES
Luciano Moggi, mantan direktur Juventus.

ROMA, SENIN - Mantan Direktur Manajemen Juventus, Luciano Moggi, kembali memicu kontroversi. Tokoh utama dalam skandal calciopoli di sepakbola Italia itu mengatakan, dia menentang kaum homoseksual bermain sepakbola.

Pernyataan itu dia ucapkan ketika di wawancarai Klaus Davi dalam acara KlausCondicio di sebuah stasiun televisi. Tokoh sepakbola yang diduga terlibat dalam berbagai kasus suap itu menilai sepakbola tak menyediakan tempat buat kaum gay atau homoseksual.

"Tak ada kaum gay dalam sepakbola. Saya tak tahu, apakah para pemain menentang atau menerima kaum gay berada dalam tim mereka. Yang pasti, saya menentangnya. Tak ada tempat buat kaum gay di sepakbola," katanya ketus.

"Di tim sepakbola di mana saya bekerja, tak pernah ada pemain gay. Saya tak pernah menginginkan ada pemain gay dalam tim saya dan saya tak akan pernah mengontrak satupun pemain gay," tambahnya.

"Gay tak akan bisa bertahan lama di sepakbola. Mereka tak bisa melakukan pekerjaan sepakbola. Sepakbola tidak dirancang untuk mereka," katanya lagi.

Sejauh ini memang tak ada pemain sepakbola yang homoseksual di klub-klub Eropa. Satu-satunya pemain gay yang pernah ada dan mengakuinya adalah Justin Fashanu yang bermain di Inggris pada era 1980-an.

Pernyataan Moggi itu keluar berkenaan dengan adanya rumor tentang gay di sepakbola yang beredar di ruang-ruang chatting. Namun, sejauh ini pembicaraan tentang gay di sepakbola memang masih tabu.

Maka, pernyataan Moggi tu cukup berani dan kontroversial. Sejauh ini memang belum ada protes dari kaum gay tentang pernyataannya tersebut.

Mantan pelatih Argentina, Daniel Passarella juga orang yang menentang adanya pemain gay di sepakbola. Bahkan, menjelang Piala Dunia 1998, dia melarang para pemainnya berambut panjang karena seperti gay. Bahkan, dia mengatakan, "Saya tak menginginkan ada pemain saya yang gay dengan rambut panjang." (AP)