


ENTAH apa jadinya jika Daniele de Rossi berhasil mengeksekusi penalti pada menit ke-30. Yang pasti, AS Roma bisa menguak harapan untuk mengejar ketinggalan 0-2 yang diderita pada leg pertama pekan lalu di Stadion Olimpico.
Ya, De Rossi menjadi pecundang Roma pada pertandingan leg kedua perempatfinal Liga Champions di Old Trafford, Rabu (9/4) malam atau Kamis (10/4) dinihari WIB. Menjadi eksekutor hukuman penalti, pemain tengah tersebut gagal mencetak gol karena bola sepakannya melambung di atas mistar gawang Manchester United (MU).
Tak pelak, kubu Roma sangat kecewa. De Rossi sendiri langsung menutup muka dengan bajunya, sebagai ungkapan penyesalan. Pelatih Luciano Spalletti pun melakukan hal serupa, di mana kedua tangan ditempel pada wajah untuk menutup raut kekecewaannya.
Usai kegagalan itu, semangat para pemain Roma sedikit luntur. Meskipun masih bisa menciptakan sejumlah peluang, namun "si Serigala" yang sedang terluka karena amukan "Setan Merah" pada leg pertama, gagal mencabik jala Edwin Van Der Sar.
Absennya kapten sekaligus sang kreator, Francesco Totti, menambah penderitaan Roma. Mereka tampak kesulitan menemukan cara untuk meruntuhkan tembok kokoh pertahanan tuan rumah yang memang bermain sangat disiplin sepanjang pertandingan.
Puncak kekecewaan Roma terjadi pada menit ke-70. Alih-alih mencetak gol untuk mengejar ketinggalan sekaligus membuka peluang semifinal, gawang mereka justru kebobolan oleh gol sundulan Carlos Tevez.
Ini tentu saja menambah sulit pekerjaan Giallorossi karena mereka dituntut mencetak tiga gol untuk merampas tiket ke semifinal dari tangan MU. Misi yang tak mungkin terwujud itu memaksa "si Serigala" menyerah dan mereka akhirnya harus pulang dengan kekalahan 0-1 dan langkahnya di Liga Champions terhenti.
Romanisti mungkin masih bisa bersyukur karena mimpi buruk tahun lalu tak terulang lagi, ketika tim kesayangan mereka dibantai 1-7 pada leg kedua perempatfinal. Namun, mereka pasti sangat kecewa karena Roma telah membuang kesempatan emas mencetak gol.
De Rossi mungkin menjadi muara kekecewaan tersebut. Namun, dia tak harus menanggung seluruh derita timnya akibat kegagalan ini. Karena, Roma sudah memikul beban berat akibat kekalahan di markasnya pada leg pertama, sehingga De Rossi pasti "gugup" saat mengeksekusi penalti. (LOU)

